LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Djarot sebut fitnah isu warga hadiri peresmian masjid diberi uang

Djarot sebut fitnah isu warga hadiri peresmian masjid diberi uang. "Bagaiman Gubernur tandatangan tanggal 15 (April) aktifnya tanggal 16, kemudian dalam surat itu tertulis diresmikan pada tanggal 16 hari ini, kemarin sudah diresmikan itu gimana sih? logikanya gimana?" kata Djarot.

2017-04-16 20:46:46
Djarot Saiful Hidayat
Advertisement

Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat membantah Pemprov DKI meminta warga untuk datang dalam peresmian Masjid Raya KH Hasyim Ashari. Hal ini menanggapi surat yang beredar mengatasnamakan Pemprov DKI Jakarta yang ditandatangani oleh Basuki Tjahaja Purnama untuk meminta warga hadir dalam peresmian dengan iming-iming sejumlah santunan.

Djarot mengatakan surat tersebut merupakan fitnah untuk menyerang dirinya dan Basuki. Terlebih, surat tersebut, janggal dikarenakan meminta warga hadir pada peresmian tanggal 16 April padahal peresmian dimajukan sehari yaitu pada 15 April.

"Kan kemarin sudah diresmiin, jadi itu fitnah, itu fitnah itu black campaign, tadi saya dapat kiriman seperti itu, itu fitnah black campaign yang luar biasa ," kata Djarot di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (16/4).

Djarot menambahkan, bagaimana mungkin Basuki Tjahaja Purnama dapat mengeluarkan surat mengatasanamakan Pemprov DKI Jakarta. Sebab, surat dibuat satu hari sebelum Basuki resmi kembali menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

"Bagaimana Gubernur tanda tangan tanggal 15 (April) aktifnya tanggal 16, kemudian dalam surat itu tertulis diresmikan pada tanggal 16 hari ini, kemarin sudah diresmikan itu gimana sih? logikanya gimana?" kata Djarot.

Oleh sebab itu, mantan Walikota Blitar ini meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk mencari tahu siapa yang membuat surat tersebut. Djarot juga meminta kepolisian turun tangan.

"Bawaslu terus kemudian aparat kepolisian, tim siber itu bisa melacak siapa yang membikin itu dan siapa yang menyebarkan terlebih dahulu," katanya.(mdk/ian)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.