LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Djarot minta aparat tegas copot spanduk penolakan dirinya dan Ahok

Djarot Saiful Hidayat kembali mendapat penolakan saat Salat Jumat di Masjid Al Atiq, Jalan Mesjid 1, Kampung Melayu Besar, Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. Hal itu ditandai dengan adanya spanduk bertuliskan 'Tolak Penista Agama di Kampung Melayu Tercinta' di depan gang masuk masjid.

2017-04-14 14:43:04
Djarot Saiful Hidayat
Advertisement

Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua, Djarot Saiful Hidayat kembali mendapat penolakan saat Salat Jumat di Masjid Al Atiq, Jalan Mesjid 1, Kampung Melayu Besar, Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. Hal itu ditandai dengan adanya spanduk bertuliskan 'Tolak Penista Agama di Kampung Melayu Tercinta' di depan gang masuk masjid.

Djarot menyayangkan masih maraknya aksi penolakan terhadap dirinya dan pasangannya, Basuki T Purnama (Ahok). Dia meminta aparat kepolisian lebih aktif menertibkan spanduk-spanduk yang terkesan provokatif seperti itu.

"Makanya kalau ada yang seperti itu yang sifatnya intimidasi penolakan dan sebagainya saya minta, kami ini enggak punya kepentingan. Saya minta aparat untuk bisa secara proaktif menurunkan spanduk-spanduk seperti itu," kata Djarot di lokasi, Jumat (14/4).

Menurutnya, spanduk penolakan semacam itu berpotensi merusak kebhinekaan dan persatuan bangsa. Djarot mengklaim pihaknya sama sekali tidak pernah melakukan sesuatu yang bertentangan dengan ideologi dan UUD 1945 selama Pilgub DKI Jakarta.

"Kalau katanya kita itu mau menciptakan kebhinekaan, kalau kita itu merangkul semua warga, tapi kok cara-caranya begitu, merusak kebhinekaan kemudian memporak-porandakan tenun kebangsaan, begitu caranya yang kami alami tadi contoh konkretnya," jelasnya.


Spanduk penolakan Ahok-Djarot di Kampung Melayu ©2017 Merdeka.com/renald ghiffari


Kendati demikian, Mantan Wali kota Blitar ini memaafkan aksi penolakan yang dilakukan sejumlah warga itu. Dia mendoakan agar warga yang menolaknya mendapatkan hidayah.

"Kami memahami itu pemahamannya belum sama, terus saya berdoa diberikan betul hidayah dalam dirinya pencerahan dalam dirinya hingga pola pikirnya tidak sempit tidak picik," pungkasnya.

Di masjid tempat Djarot menunaikan Salat Jumat, ceramah khatib menyisipkan soal masalah Pilkada DKI putaran kedua. Khatib Jumat mengajak para jemaah yang hadir untuk memilih pemimpin muslim karena dinilai dapat memberikan keberkahan bagi Jakarta.

Seusai salat, keadaan menjadi gaduh. Djarot keluar dari dalam masjid diiringi dengan teriakan takbir dan penolakan. Sebagian jemaah pun terlihat memberikan tanda 'OK OCE' dengan menggunakan tangan mereka.

"Takbir, Allahu Akbar," serta teriakan "usir, usir, usir," teriak sebagian jemaah.

Mendapat penolakan, Djarot mengatakan menilai aksi sebagian jemaah dan isi ceramah yang disampaikan menunjukkan masjid telah dipolitisasi untuk kepentingan politik.

"Itu lah bentuk saya sebutkan politisasi masjid. Untuk kepentingan-kepentingan politik praktis, politik praktis. Mungkin meniru pola di negara lain," kata Djarot.

Advertisement

Baca juga:
Twitter pantau cuitan netizen soal Pilkada DKI putaran kedua
Salat Jumat di Tebet, Djarot dapat penolakan jemaah
1.300 Polantas dikerahkan amankan Pilgub DKI
Jelang Pilgub DKI, publik diminta hati-hati baca hasil survei
PPP DKI deklarasi dukung Ahok-Djarot
Manuver Djarot cari dukungan demi ambisi dua periode
Sinta Wahid ke Djarot: Yang didengar rakyat kecil bukan rakyat besar

(mdk/msh)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.