Djarot harap peradilan Ahok bebas intervensi dan tekanan
Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Djarot Saiful Hidayat mengapresiasi aksi bela Islam jilid III berjalan dengan damai. Sehingga dapat semakin membangun persatuan demi menghargai Bhineka Tunggal Ika.
Ribuan peserta aksi 2 Desember menuntut penegak hukum menangkap Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok terkait kasus dugaan penistaan agama. Berkas kasus ini sudah dilimpahkan ke Pengadilan dan siap disidangkan.
Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Djarot Saiful Hidayat mengapresiasi aksi bela Islam jilid III berjalan dengan damai. Sehingga dapat semakin membangun persatuan demi menghargai Bhineka Tunggal Ika.
"Benar-benar mereka teguh. Kita semua teguh bahwa Indonesia itu adalah negara Pancasila," katanya di Pembukaan Pameran Koperasi Sarana Perjuangan Expo di Gedung SMESCO, Jakarta Selatan, Jumat (2/12).
Meski begitu, politisi PDI Perjuangan ini mengingatkan, semua pihak harus menghormati proses hukum yang berjalan. Sehingga, dia mengharapkan lembaga peradilan tak diintervensi oleh siapapun.
"Berikan kesempatan, dan saya yakin lembaga peradilan kita sangat profesional dan benar-benar menjunjung tinggi rasa keadilan," tutup Djarot.
Baca juga:
Djarot melihat kasus Ahok sarat muatan politis
Soal kasus Ahok, Djarot sebut 'Gusti Allah mboten sare'
Di Rumah Lembang, Djarot dan warga kirim doa buat Ahok
Ahok mengaku kerap dinasehati Jokowi agar lebih tenang berbicara
Mati-matian Djarot bela Ahok dari tuduhan penistaan agama