Djarot apresiasi video Megawati soal isu SARA di Pilgub Jakarta
Mantan Wali Kota Blitar itu menambahkan, adanya isu SARA dalam Pilkada serentak tahun ini hanya akan menimbulkan kendala dalam pelayanan terhadap masyarakat. Apalagi, imbuhnya, pemilihan kepala daerah tidak hanya di Jakarta saja.
Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua, Djarot Saiful Hidayat mendukung penuh atas imbauan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, untuk tidak memuat isu SARA dalam Pilkada DKI Jakarta. Dia juga mengatakan, isu SARA dalam Pilkada hanya akan membahayakan keutuhan dalam bermasyarakat.
"Ya bagus kan kita sampaikan bahwa Pilkada itu tolong jangan dicampuraduk dengan isu-isu SARA. Itu berbahaya, karena yang kita pimpin itu pemimpin pemerintahan bukan pemimpin agama," kata Djarot seusai melaksanakan kegiatan kampanye di Jalan Rawa Kuning, Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (1/4).
Mantan Wali Kota Blitar itu menambahkan, adanya isu SARA dalam Pilkada serentak tahun ini hanya akan menimbulkan kendala dalam pelayanan terhadap masyarakat. Apalagi, imbuhnya, pemilihan kepala daerah tidak hanya di Jakarta saja.
"Ingat, kalau ini diterus-terusin sebetulnya ini bisa menimbulkan kontraproduktif pada bangsa ini," tukasnya.
"Pilkada itu kan bukan hanya di Jakarta tapi juga di seluruh Indonesia kalau seumpama kita mencampuradukkan dengan persoalan isu-isu agama berarti kan itu bertentangan dengan Pancasila karena setiap orang itu punya hak dan kesempatan yang sama untuk dipilih dan untuk memilih," jelas politikus PDI Perjuangan itu.
Kendati demikian, Djarot menegaskan adanya video tersebut bukan merupakan bentuk kekhawatiran pihaknya jelang pemungutan suara 19 April nanti.
"Enggak dong," tegasnya.
Seperti diketahui, Megawati Soekarnoputri membuat video berdurasi 1 menit 19 detik yang isinya imbauan untuk tidak melibatkan isu SARA dalam kontestasi Pilgub DKI Jakarta putaran kedua. Sebagaimana diketahui, PDIP mengusung pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat dalam Pilgub DKI.
Dalam video tersebut, Megawati juga mengingatkan bahwa saat ini warga DKI sedang mencari pemimpin untuk menggerakkan roda pemerintahan, bukan mencari pemimpin agama. Pesan selanjutnya yang disampaikan Megawati adalah harapan agar semua pihak membantunya untuk bisa memenangkan Pilgub DKI putaran kedua.
Baca juga:
Kenakan peci, Djarot dituding timses Anies-Sandi kampanye agama
Timses Ahok tuding Anies-Sandi beri dukungan buat aksi 313
Diskusi soal kampanye, Timses Ahok-Djarot & Anies-Sandi adu mulut
Dua program unggulan Anies-Sandi yang dikritik telak Djarot
Djarot janji umrohkan 200 pengurus masjid dan ustaz tahun ini
Hadiri Pengajian, Djarot pesan pantau TPS & jangan takut intimidasi
Djarot diarak saat hadiri pengajian Golkar di Jagakarsa