LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Diusir Caleg Gagal, Warga Kolaka Utara Angkat Kaki dan Rumah

Salah seorang calon anggota legislatif atau Caleg asal Desa Kalu-kaluku, Kecamatan Kodeoha, Kabupaten Kolaka Utara, berang usai tak meraih suara maksimal di daerah pemilihannya. Caleg yang tak disebutkan namanya itu, diduga menyuruh salah seorang warga desa bernama Ahmad pindah.

2019-04-23 09:25:32
Caleg Stres
Advertisement

Salah seorang calon anggota legislatif atau Caleg asal Desa Kalu-kaluku, Kecamatan Kodeoha, Kabupaten Kolaka Utara, berang usai tak meraih suara maksimal di daerah pemilihannya. Caleg yang tak disebutkan namanya itu, diduga menyuruh salah seorang warga desa bernama Ahmad pindah dari rumah yang berdiri di atas lahan milik si Caleg.

Rumah Ahmad diketahui sudah ditempati selama lebih kurang 7 tahun, berdiri di atas lahan milik si Caleg. Ahmad menumpang dan membangun sebuah rumah panggung berbahan kayu di atasnya.

Dia tinggal bersama seorang istri dan satu orang anak. Namun, dua hari setelah Pemilu digelar, Rabu (17/4), Ahmad mendapat pemberitahuan untuk pindah.

Advertisement

Sekitar 20 orang warga yang merupakan tetangga Ahmad, datang membantu pada Minggu (21/4) sekitar pukul 12.30 WITA. Dengan menggunakan bambu dan kayu, warga kemudian memikul dan menggotong rumah milik buruh tani itu.

"Dipindahkan sejauh 30 meter lebih dari tempatnya semula, kita pikul ramai-ramai," ujar Jefri, salah seorang warga yang dihubungi Liputan6.com.

Jefri mengatakan, rumah Ahmad dipindahkan ke lahan milik saudara kandungnya. Dia bersedia menampung sementara Ahmad untuk tinggal di atas tanahnya sampai buruh yang bekerja di perkebunan kakao itu mendapatkan lahan.

Advertisement

"Nama adik saya (yang memberi tumpangan), Basra. Dia juga petani," ujarnya.

Jefri mengatakan, kebiasaan warga di kampung memang memikul rumah beramai-ramai jika ada tetangga yang pindah. Jika itu rumah panggung, warga membantu dengan memasang bambu dan kayu di bawah lantai rumah.

"Setelah itu, kita angkat. Biasa juga ada warga yang kita bantu sampai ratusan meter kita pindahkan," ujar Jefri.

Dihubungi hampir bersamaan, Ahmad membenarkan soal pemindahan rumah miliknya dengan cara dipikul warga. Tidak mau menyebutkan nama Caleg, Ahmad mengatakan Caleg itu berlokasi di Dapil II Kabupaten Kolaka Utara.

"Memang benar. Namun saya ikhlas karena bukan tanah milik saya," terangnya.

Ahmad menceritakan kronologi hingga dia diminta pindah oleh pemilik lahan yakni pascakampanye dan pemilu. Saat itu, Caleg yang memiliki tanah itu tidak mendapatkan suara maksimal di wilayah desanya, sehingga tak lolos sebagai anggota legislatif dari Dapil II.

"Pas Jumat (19/4) tiba-tiba muncul pemberitahuan jika saya harus pindah secepatnya. Saya tak bisa menolak karena bukan lahan saya," ujarnya.

Dia juga menceritakan, sudah berupaya memenangkan Caleg yang bersangkutan di wilayahnya. Namun, dia tak meraih suara seperti target yang direncanakan.

Caleg yang disebut Ahmad belum bisa dikonfirmasi. Namun, beberapa warga membenarkan jika Caleg tersebut berasal dari Dapil II Desa Kalu-kaluku, Kolaka Utara.

Baca juga:
Caleg Stres di Pekanbaru Bisa Berobat pakai BPJS
Ada Lima Caleg Gagal yang Stres Ditangani Padepokan Antigalau Cirebon
Tingkah Caleg Usai Pemilu 2019 yang Jadi Sorotan, Sampai Lakukan Rukiah
Caleg PDIP di Tasikmalaya Meninggal terkena Serangan Jantung usai Pemilu
Kesal Disindir, Jemaah Masjid Kembalikan Karpet Sumbangan Caleg NasDem Malut
RSJ Jabar Siapkan 5 Kamar VIP Buat Caleg Stres Usai Pemilu 2019

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.