Ditulis isi kain, paket kargo dari Pekanbaru ternyata kulit ular dan biawak
Petugas Aviation Security atau keselamatan penerbangan yang mengoperasikan mesin X-Ray curiga ketika melihat tampilan layar. Petugas memeriksa kiriman itu secara manual dan ternyata ditemukan tumpukan kulit ular dan kulit biawak.
Petugas Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menyita paket berisi organ satwa berupa kulit ular dan kulit biawak dengan berat 31,3 kilogram. Barang kiriman kargo dengan nomor SMU 888-2159-9911 ini tidak sesuai dengan pemberitahuan tentang isi.
Manajer Umum Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Jaya Tahoma Sirait mengatakan, organ tersebut hendak dikirim menuju Jakarta melalui jasa kargo maskapai Citilink.
"Paket itu pemberitahuannya tidak sesuai dengan isi barangnya, makanya diamankan saat akan dikirim melalui cargo," ujar Jaya, Sabtu (2/6).
Penggagalan pengiriman organ satwa itu terungkap saat petugas curiga dengan barang kiriman sebanyak dua koli menggunakan maskapai Citilink dengan nomor penerbangan QG 937/CGK tujuan Jakarta.
"Sesuai keterangan yang tertera pada paket tersebut, barang kiriman terbungkus rapi itu ditulis isinya kain," kata Jaya.
Namun ternyata petugas Aviation Security atau keselamatan penerbangan yang mengoperasikan mesin X-Ray curiga ketika melihat tampilan layar.
"Operator X-Ray mencurigai adanya tampilan layar salah satu kiriman barang yang diperiksa milik ekspedisi J&T tersebut," ucap Jaya.
Lalu petugas memeriksa kiriman itu secara manual dan ternyata ditemukan tumpukan kulit ular dan kulit biawak. Atas temuan itu petugas Bandara langsung berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau terkait temuan tersebut.
(mdk/noe)