Dituduh buat status jorok di grup Twitter, 4 siswa SMA ditelanjangi
Setelah puas melecehkan para korban, terlapor membawanya pulang dan diturunkan di Jalan.
Dituduh membuat status jorok di group Twitter, empat pelajar SMA di Palembang, satu di antaranya berjenis kelamin laki-laki, justru menjadi korban pelecehan seksual. Para korban, disekap, ditelanjangi, dan difoto terlapor yang diketahui berinisial EM (40).
Tak terima diperlakukan seperti itu, AP (16) dan TS (16), dua dari empat korban didampingi orangtuanya, melapor ke polisi. Kepada petugas, AP yang berjenis laki-laki, mengaku kejadiannya itu gara-gara status jorok yang ada di group Twitter mereka dengan akun Kita Kepo, Sabtu (6/6) siang. Kebetulan, terlapor EM membaca status itu karena masuk dalam group Twitter mereka.
Sore harinya atau sekitar pukul 15.00 WIB, terlapor menjemput AP dan TS menggunakan mobil menuju rumahnya di Jalan Mawar, Lorong Kenanga, RT 6, Kelurahan 20 Ilir D-V, Kecamatan Kemuning, Palembang. Di dalam mobil itu, sudah ada dua rekan korban yang lain.
Sesampai di rumah, ke empat korban disuruh masuk ke kamar secara terpisah. AP dan TS dimasukkan dalam satu kamar, sedangkan dua rekannya di kamar yang lain.
"Di kamar itu, kami ditanya kenapa buat status jorok begitu. Karena bukan kami yang buat, kami membantahnya," ungkap korban AP saat melapor ke SPKT Polda Sumsel, Selasa (9/6).
Merasa kesal tuduhannya tidak benar, terlapor emosi. AP dan TS dipaksa melepas seluruh pakaiannya. Takut di bawah ancaman, kedua korban pun menuruti perintah terlapor. Dalam keadaan telanjang, para korban difoto terlapor menggunakan handphone.
"Kami disuruh telanjang, sambil mengakui sudah membuat status itu. Mau menolak takut dibunuh," ujarnya.
Penyekapan dan pelecehan seksual itu berlangsung hingga lima jam. Selama itu, mereka tetap telanjang, tanpa diberi makan dan minum. Mereka juga tidak bisa berkomunikasi dengan dua rekannya yang lain karena handphone milik keduanya ditahan terlapor.
"Kami tidak tahu nasib dua teman kami yang ada di kamar lain. Mungkin dibegitukan juga karena dia (EM) meninggalkan kami," kata dia.
Setelah puas melecehkan para korban, terlapor membawanya pulang dan diturunkan di Jalan Dwikora II, Kecamatan Ilir Timur I, Palembang.
"Saya sama TS saja yang lapor, dua teman kami tidak berani, entah apa alasannya. Kami minta dia (terlapor) ditangkap," harapnya.
Kepala Siaga SPKT Polda Sumsel Kompol Suhartono mengatakan, pihaknya telah menerima laporan korban. Kasus ini dimasukkan dalam tindak pidana penculikan.
"Laporannya sudah kami serahkan ke Unit PPA untuk diproses lebih lanjut," pungkasnya.
(mdk/hhw)