Ditjen PAS siap bina Napiter dari Mako Brimob agar kembali ke NKRI
Sebanyak 145 narapidana terorisme yang dipindahkan dari Rutan Mako Brimob kini mendekam di Lapas Nusa Kambangan dengan diawasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS). Mereka nantinya akan dibina agar kembali berpegangan pada ideologi Pancasila dan NKRI.
Sebanyak 145 narapidana terorisme yang dipindahkan dari Rutan Mako Brimob kini mendekam di Lapas Nusa Kambangan dengan diawasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS). Mereka nantinya akan dibina agar kembali berpegangan pada ideologi Pancasila dan NKRI.
"Biasanya (dari) BNPT datang ke Lapas beserta para ustaz tersebut," kata Protokol Humas Ditjen PAS, Ade Kusmanto dalam keterangan tertulis diterima, Sabtu (12/5).
Menurut Ade, dengan tausyiah kebaikan diharapkan membuat para napiter bisa semakin terhindar dari penyebaran paham radikal dan pengendalian aksi terorisme di dalam lapas.
"Pendekatan pembinaan kepada napiter adalah pendekatan kepribadian dan kemandirian, pendekatan persuasif secara bertahap sampai mereka sadar dan mengakui kesalahannya untuk kembali ke NKRI," jelas Ade.
Dikonfirmasi terpisah, Program pembinaan model tersebut sebelumnya juga pernah dilakukan. Saat itu, BNPT mendatangkan Pendiri Jamaah Islamiyah (JI) Najib Ibrahim, kala yang bersangkutan sudah dipastikan bertaubat dari ajaran radikalnya.
"Jadi upaya semua dapat dilakukan. Tapi untuk 145 napiter eks Mako Brimob, kami belum ada rencana itu," kata Direktur Deradikalisasi BNPT Irfan Idris.
Reporter: M. Radityo
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
2 Hari pascarusuh napi teroris, polisi bersenjata lengkap masih siaga di depan Brimob
Isak tangis keluarga sambut kedatangan jenazah Bripka Anumerta M. Prentje
Jokowi soal rusuh napi teroris di Mako Brimob: Harus ada evaluasi total!
Jokowi pastikan Asian Games aman digelar meski sempat ada rusuh napi teroris
Bripka Mahrum gugur, Kapolri beri kemudahan sang anak masuk polisi
Tiba di Kupang, jenazah Bripka Mahrum Prencje bakal dimakamkan di TMP Alor