Ditinggal nonton kuda lumping, Candra tewas tercebur sumur
Kebiasaan korban sering duduk di bibir sumur.
Candra Aji Suyitno (16), warga Desa Semedo, Kecamatan Pekuncen, Banyumas, Jawa Tengah tewas tercebur sumur di rumahnya sendiri di RT 03/ RW 01 Desa Semedo, Kamis (18/8) malam.
Korban tercebur sumur saat orang tuanya menonton pertunjukan ebeg atau kuda lumping. Ayah korban, Widiyantoro pergi menyaksikan pertunjukan tradisional tersebut bersama sang nenek, Wasem.
"Karena sang anak mengalami keterbelakangan mental, sehingga ayah dan neneknya tidak mengajak korban. Namun meninggalkannya di rumah dan dikunci dari luar," kata Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Banyumas, Ady Candra usai mengevakuasi korban.
Menurut pengakuan ayahnya, korban sudah biasa ditinggal dan dikunci agar tidak pergi ke luar rumah sendirian. Namun, sekitar pukul 16.30 WIB, saat ayah dan nenek korban pulang usai melihat pertunjukan kuda lumping, Candra tidak terlihat di dalam rumah.
"Setelah dicari kemana-mana, korban tidak ditemukan, akhirnya, bapaknya melapor kepada ketua RT setempat dan perangkat desa serta dilanjutkan ke Polsek Pekuncen," lanjut Candra.
Setelah dilakukan pencarian hingga pukul 18.00, korban tak juga ditemukan. Widiyantoro curiga anaknya tercebur ke dalam sumur. Sebab kebiasaan korban sering duduk di bibir sumur.
"Kecurigaan tersebut ternyata benar, setelah bapaknya bersama warga masyarakat mencari dan memeriksa ke dalam sumur," ucapnya.
Upaya penyelamatan segera dilakukan dengan koordinasi Polsek Pekuncen dan SAR Banyumas untuk mengangkat korban dari dalam sumur.
"Akhirnya, korban dapat dievakuasi dari Tim SAR pukul 22.45, setelah Tim SAR gabungan dari Brimob Subden 3 Den B POR, Tagana Banyumas, PMI dan Satlinmas Inti Banyumas diturunkan," katanya.
Usai jasadnya dievakuasi, korban langsung diautopsi tim medis. Dari pemeriksaan, tim medis menyatakan korban murni kecelakaan tercebur ke dalam sumur.
"Tidak ada unsur penganiyaan, kemudian korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga oleh perwakilan Polsek Pekuncen untuk dimakamkan," tutupnya.
(mdk/noe)