Ditendang di perut, pelajar di OKU Timur tewas usai latihan pencak silat
Saat berlatih, korban diduga beberapa kali menerima tendangan dari pelatih dan seniornya ke arah perut. Tendangan itu disebut-sebut untuk menguji kuda-kuda dan pernapasan.
Diduga berlatih terlalu keras, pelajar SMA asal Desa Campang Tiga Ilir, Kecamatan Cempaka, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumsel, berinsial S (17), tewas usai latihan pencak silat. Polisi masih menyelidiki kasus ini untuk mengetahui ada tidaknya kelalaian.
Peristiwa itu terjadi saat korban berlatih bersama anggota perguruan latihan pencak silat di lapangan desa, Sabtu (9/6) malam. Saat berlatih, korban diduga beberapa kali menerima tendangan dari pelatih dan seniornya ke arah perut. Tendangan itu disebut-sebut untuk menguji kuda-kuda dan pernapasan.
Karena mendapat tendangan keras, korban pingsan. Sebelumnya dia beberapa kali terjatuh dan berusaha bangkit karena masih kuat meski ditendang bertubi-tubi.
Lama tak sadarkan diri, korban dibawa ke puskesmas setempat untuk perawatan medis. Kondisinya semakin memburuk sehingga dirujuk ke RSUD Kayuagung, Ogan Komering Ilir. Nyawanya tak tertolong lagi dalam perawatan medis.
Kapolres OKI Timur, AKBP Erlin Tangjaya membenarkan adanya peristiwa itu. Penyidik Polres OKU Timur langsung turun tangan membantu kepolisian setempat untuk mengusut kasus ini hingga tuntas.
"Iya, kita backup langsung Polsek Cempaka untuk menguatnya," ungkap Erlin, Senin (11/6).
Saat ini, kata dia, pihaknya tengah memeriksa sejumlah saksi baik dari pelatih, senior korban, dan warga setempat. Jika terjadi tindak pidana dan kelalaian, tidak menutup kemungkinan bakal ada tersangka.
"Untuk tersangka belum, masih pemeriksaan saksi-saksi," ucapnya.
Baca juga:
Melihat aksi para pendekar Pencak Dor Kediri, bertarung demi silaturahmi
Aksi Eko Febrianto bikin pesilat Kyrgyzstan terkapar
Pesilat Pipit Kamelia melaju ke babak final test event Asian Games 2018
Kisah silat para penjaga hutan di Nusakambangan
Aksi silat para jawara Betawi warnai demo di Kedubes AS