Ditemukan lubang galian diduga tempat kaburnya empat napi asing
Ditemukan lubang galian diduga tempat kaburnya empat napi asing. Lubang tersebut berdiameter 50 X 75 centimeter dan panjang gorong-gorong 15 meter yang sudah tembus ke arah barat menuju jalan raya Mertanadi, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung.
Pasca kaburnya empat napi asing di Lapas Kelas II Kerobokan, petugas menemukan adanya lubang yang diperkirakan sebagai jalur pelarian para napi, Senin (19/6). Lubang tersebut berdiameter 50 X 75 centimeter dan panjang gorong-gorong 15 meter yang sudah tembus ke arah barat menuju jalan raya Mertanadi, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung.
"Tadi pagi kan hujan deras. Jadi kita tidak lihat ada lubang, karena gorong-gorong dalam keadaan tergenang air," terang salah seorang petugas dalam Lapas Kerobokan.
Aris Noprianto (30), napi penghuni Blok B (Bedugul) di kamar 14 menjelaskan, saat salat subuh pukul 05.00 WITA, dia melihat satu napi orang asing yang kabur bernama Sayed Mohammed Said duduk termenung di selnya.
Pada pukul 06.30 WITA, Aris masih melihat Sayed Mohammed Said. Saat itu Aris hendak membuang sampah ke tempat sampah yang ada di sebelah blok wanita.
Polres Badung telah berkoordinasi dengan Kalapas Kelas II A Krobokan. Beberapa saksi baik tahanan maupun penjaga telah diperiksa.
"Kasusnya ditangani pihak Polres Badung. Foto keempat napi tersebut telah disebar pihak jajaran Polres Badung," singkat Kepala Lapas Kerobokan, Tonny Nainggolan.
Baca juga:
4 Napi asing kabur dari LP Kerobokan, pintu Gilimanuk dijaga ketat
4 WNA narapidana Lapas Kerobokan kabur saat apel pagi