LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ditembak pinggangnya, aktivis anti-korupsi Bangkalan masih kritis

Usai menembak, pria misterius itu lalu kabur melompati pagar rumah korban. Pelaku kabur ke arah selatan naik motor.

2015-01-20 13:39:06
aktivis
Advertisement

Aktivis anti korupsi Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Mathur Husairi ditembak orang tak dikenal di depan rumahnya, Jalan Teuku Umar, Selasa (20/1) dini hari tadi. Saat ini, kondisinya masih kritis dan tergolek lemas di RSUD dr Soetomo, Surabaya.

Menurut Rofi'i, adik Mathur, penembakan itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Saat kejadian, Ketua LSM Cidei's (Centre Demokratis Islam Studies) dan Sekjen Madura Corruption Watch (MCW) itu, baru pulang dari Surabaya mengendarai Avanza abu-abu metalik Nopol M 307 HA.

"Sekitar pukul 02.00 WIB, kakak saya baru tiba dari Surabaya. Sampai di depan rumah, dia mau membuka pintu, tapi tiba tiba ditembak orang tidak dikenal. Karena kondisinya waktu itu gelap, jadi tidak bisa dikenali," terang Rofi'i saat ditemui di RSUD dr Soetomo.

Usai menembak, pria misterius itu lalu kabur melompati pagar rumah korban. Pelaku kabur ke arah selatan mengendarai motor. "Kakak saya ditembak kena pinggang sebelah kanan. Dia ditembak satu kali," katanya.

Selanjutnya, Mathur dilarikan RSUD Syamrabu, Bangkalan. "Karena kondisinya kritis, setengah jam kemudian, kakak saya kakak saya dirujuk ke RSUD dr Soetomo," terangnya lagi.

Rofi'i juga mengaku, kalau sudah melaporkan kejadian yang menimpa kakaknya itu ke pihak Polres Bangkalan. "Kasusnya sudah kita laporkan ke Polres Bangkalan," ucapnya.

Sementara terkait pria misterius yang menembak Mathur itu ada kaitannya dengan Ketua DPRD Bangkalan, Fuad Amin Imron, yang saat ini telah ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rofi'i mengaku tidak ingin berandai-andai dan sembarangan menuduh.

Memang, selama ini, Mathur dikenal aktivis LSM yang kritis menyikapi kebijakan dan aksi tindak korupsi di Pemkab Bangkalan. "Kita tidak mau menduga-duga apa motif di balik penembakan itu, karena saat ini kita fokus pada penyembuhan kakak saya," tandas Rofi'i.(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.