Ditangkap Densus 88, PNS Anggota JI Jabat Sekretaris & Bendahara Bidang Bayan Banten
TO juga anggota yang berada di teritorial di wilayah Tangerang Raya. "Anggota Teritorial wilayah Tangerang Raya. Orang yang mengajukan nama-ama anggota JI untuk pelebaran struktur tingkatan Korda," jelasnya.
Seorang PNS berinisial TO (46) ditangkap Densus 88 Antiteror Mabes Polri. Dia ditangkap terkait terorisme. Penangkapan dilakukan pada subuh tadi pukul 04 Wib di Tangerang.
Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagbanops) Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Aswin Siregar mengatakan, keterlibatan TO dalam Kelompok Jamaah Islamiyah (JI) yakni Sekretaris dan Bendahara Bidang Bayan Banten.
"Keterlibatan, anggota Kelompok Jamaah Islamiyah, Sekertaris dan Bendahara Bidang Bayan Banten," kata Aswin saat dihubungi, Selasa (15/3).
TO juga anggota yang berada di teritorial di wilayah Tangerang Raya.
"Anggota Teritorial wilayah Tangerang Raya. Orang yang mengajukan nama-ama anggota JI untuk pelebaran struktur tingkatan Korda," jelasnya.
Sebelumnya, Detasmen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri kembali mengamankan seorang pria terduga terorisme. Ia diketahui atas nama inisial TO, yang tinggal di Kabupaten Tangerang, Banten.
Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan, pria yang ditangkap itu merupakan kelompok yang tergabung dalam jaringan Jamaah Islamiyah (JI).
"1 orang target tindak pidana terorisme kelompok Jamaah Islamiyah (JI) di wilayah Satgaswil DKI Jakarta," kata Ramadhan dalam keterangannya, Selasa (15/3).
Ia menyebut, pria tersebut ditangkap pada Selasa (15/3) sekitar pukul 04.52 Wib, pagi tadi.
"Tempat Jalan Perumahan Samawa Village Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Sepatan, Tangerang," tutupnya.
Baca juga:
Densus 88 Antiteror Polri Tangkap 4 Terduga Teroris Jaringan JI di Banten
Terduga Teroris Tangerang PNS Dinas Pertanian, Ahli Pengembangan Mesin Pertanian
Densus 88 Tangkap Satu Terduga Teroris Kelompok JI di Tangerang
Terduga Teroris Kelompok JI Ditangkap Densus 88 di Tangerang Seorang PNS
Densus 88 Antiteror Polri Siap Diperiksa Komnas HAM Terkait Penembakan Dokter Sunardi