Ditangani 5 dokter spesialis, kondisi Sulami 'manusia kayu' membaik
Ditangani 5 dokter spesialis, kondisi Sulami 'manusia kayu' membaik. Sulami menderita rematik sistemik. Saat ini tim dokter fokus pada program awal guna memaksimalkan fungsi anggota tubuh yang masih bisa digunakan.
Sulami (35), warga Dukuh Selorejo RT 31 RW 11 Desa Mojokerto, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, yang megalami penyakit langka hingga disebut manusia kayu, masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Moewardi, Solo. Tim dokter mengatakan, Sulami menderita penyakit langka, ankylosing spondylitis atau rematik sistemik.
Ketua Tim Dokter Arif Nurudin mengatakan, secara umum kondisi Sulami sejak dirawat Rabu (25/10) hingga saat ini sudah membaik. Pihak rumah sakit dan tim dokter saat ini lebih fokus kepada program awal, guna memaksimalkan fungsi anggota tubuh yang masih bisa digunakan.
"Kondisinya berangsur membaik, status gizi membaik, HB (hemoglobin) yang semula 28 saat ini mulai normal, psikologisnya meningkat karena kita damping psikiater juga," ujar Arif saat melakukan konferensi pers di Ruang Sido Mukti, RSUD Dr Moewardi, Solo, Rabu (1/20).
Arif menambahkan, saat ini semangat untuk lebih baik dari Sulami juga sangat besar. Hal tersebut sangat bermanfaat untuk kesembuhan atau paling tidak untuk kondisi yang lebih baik.
"Saat ini tim dokter fokus pada program awal pasien. Ini baru tahap diagnosis dan membuat rencana program ke depan. Perbaikan fungsi anggota tubuh terus kita lakukan agar lebih maksimal," terangnya.
Lebih lanjut Arif mengemukakan, saat ini Sulami ditangani sejumlah dokter spesialis. Selain dirinya yang merupakan spesialis penyakit dalam, tim dokter lainnya juga ikut menangani penyakit yang sudah diderita selama 20 tahun itu. Dokter lain yang menangani Sulami antara lain dr Widiastuti spesialis Radiologi, dr Noer Rachma spesialis Rehabilitasi Medik, Rieva Ermawan, ortopedi konsultan dan dr Prasetyadi Mawardi, spesialis Patologi Klinik.(mdk/cob)