LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Diskriminasi kian meningkat, publik butuh lebih banyak karya sastra

Karya sastra dibutuhkan guna memerangi diskriminasi yang makin meningkat itu.

2015-10-16 22:44:49
Diskriminasi
Advertisement

Indonesia menjadi tamu kehormatan dalam acara 'Frankfurt Book Fair' di Jerman. Buku karya Denny JA yang bertajuk 'Sapu Tangan Fang Yin' ikut meramaikan acara tersebut.

Dalam sesi wawancara dengan sebuah jaringan radio di Frankfurt, Denny menilai diskriminasi kini makin meningkat di seluruh dunia. Menurutnya, diperlukan banyak karya sastra guna memerangi diskriminasi yang makin meningkat itu.

"Publik memerlukan lebih banyak buku tentang diskriminasi karena tak diduga, berdasarkan studi dari Pew Research Center 2015 di 198 negara, level diskriminasi di dunia, terutama soal agama, justru meningkat," kata Denny, Jumat (16/10).

Dia menjelaskan terjadi peningkatan level diskriminasi di dunia dari yang melibatkan 20 persen negara di tahun 2007, meningkat menjadi 29 persen negara di tahun 2011, menjadi 33 persen negara di tahun 2012. Populasi dunia yang hidup di negara yang melakukan tindakan diskriminasi dalam level tingkat tinggi juga bertambah, dari 45 persen di tahun 2007, menjadi 52 persen di tahun 2011, dan naik menjadi 74 persen di tahun 2012.

"Berdasarkan riset itu, mayoritas penduduk dunia kini hidup dalam lingkungan sosial yang saling melakukan diskriminasi terutama untuk isu agama," ujarnya.

Dia mengatakan, diskriminasi tak hanya terjadi di Indonesia seperti pembakaran gereja di Aceh Singkil, atau Masjid di Tolikara. Di Jerman sendiri, kata dia, diskriminasi juga terjadi.

"Bahkan di Amerika Serikat, persepsi anggota masyarakat praktik diskriminasi tetap terjadi terutama yang dirasakan kaum imigran," katanya.

Menurut Denny efek sebuah buku apalagi puisi terhadap perjuangan diskriminasi lebih menyentuh hati publik luas.

"Politisi membuat kebijakan publik. Tapi intelektual dan penyair memberikan inspirasi lewat buku-buku dan karya seninya," jelasnya.

Baca juga:
Buku cerita sukses Garuda dipamerkan di Frankfurt Book Fair
Iran boikot Frankfurt Book Fair karena pidato sastrawan Inggris
Keindahan karya sastra Indonesia di Frankfurt Book Fair 2015
Para pakar kuliner Indonesia unjuk gigi di 'Frankfurt Book Fair'
Semua berawal dari mimpi kecil Yoris Sebastian
GM ditantang jadikan '1965' tema khusus di Frankfurt Book Fair

(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.