Disiram air keras, Novel dapat info jenderal polisi terlibat
Disiram air keras, Novel dapat info jenderal polisi terlibat. Dia mengatakan itu dalam wawancara dengan majalah TIME di Singapura empat hari lalu. Sejak insiden yang terjadi pada 11 April lalu, ini adalah kali pertama Novel diwawancara media.
Dalam wawancara dengan majalah TIME di Singapura empat hari lalu penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengatakan ada seorang pejabat polisi yang terlibat dalam kasus penyiraman air keras ke wajahnya.
Sejak insiden yang terjadi pada 11 April lalu, ini adalah kali pertama Novel diwawancara media. Ketika diwawancara di ranjang rumah sakit di Singapura, Novel masih menjalani pemulihan. Matanya masih memakai pelindung yang dipasang di wajah.
Novel mengaku penyiraman air keras itu adalah serangan keenam yang dia alami selama menjadi penyidik KPK. Dia mengatakan cukup heran mengapa polisi belum berhasil menangkap pelaku penyiraman air keras terhadap dirinya.
"Saya mendapat informasi bahwa ada seorang jenderal polisi--berpangkat tinggi--terlibat. Awalnya saya katakan informasi itu tidak benar. Tapi sekarang setelah berjalan dua bulan dan kasus ini belum juga terpecahkan, saya bilang (kepada orang yang menduga polisi terlibat) bahwa rasanya informasi itu benar," ujar Novel, seperti dilansir Time, Selasa (13/6).
Dalam pernyataannya kepada TIME, Kapolri Tito Karnavian menuturkan polisi saat ini sedang berusaha memecahkan kasus ini.
"Lima orang sudah ditangkap tapi setelah diperiksa mereka ternyata tidak berada di lokasi pada saat penyerangan jadi bukan mereka pelakunya," kata Tito melalui pesan WhatsApp kepada TIME.
Novel selama ini dikenal sebagai sosok penyidik KPK yang sulit diintimidasi.
"Saya tidak ingin bersedih. Ketika kita memutuskan melawan demi rakyat, demi banyak orang, dampaknya kita akan ditentang, kita akan diserang," kata dia.
Baca juga:
Kapolda Metro sebut kasus Novel merupakan utang
Polri sebut kasus Novel masih gelap
KPK akan tanyakan kesanggupan Polda Metro tangani kasus Novel
Keluarga: Pengungkapan kasus Novel cuma masalah keberanian polisi
Komnas HAM investigasi penyiraman Novel, sebut kasus luar biasa