LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Disiapkan serang Mapolres OKU, ABG 15 tahun didoktrin jadi 'pengantin' amaliah

Pelaku utamanya adalah seorang anak baru gede (ABG) berusia 15 tahun berinisial JW alias FJ. FJ seorang anak biasa dan hanya mengenyam pendidikan sampai kelas 3 sekolah dasar. Dia didoktrin SH sedemikian kuat sehingga gerakan radikal mengakar di pemikirannya.

2017-12-13 22:16:00
Terorisme
Advertisement

Kelompok teroris yang ditangkap tim Densus 88 AntiTeror dan Polda Sumsel berencana menyerang Mapolres Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, dengan panah berisi bom. Pelaku utamanya adalah seorang anak baru gede (ABG) berusia 15 tahun berinisial JW alias FJ.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengungkapkan, JW masuk dalam Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Sumsel yang dipimpin tersangka SH. Markasnya di Jalan SP 1, Trans Barito, Desa Lubai Persada, Kecamatan Lubai Ulu, Kabupaten Muara Enim, Sumsel. SH telah menyiapkan JS alias FJ sebagai 'pengantin' amaliah mereka.

"Ya, itu cara mereka gunakan dan istilah pengantin amaliah dengan menyerang Mapolres OKU," ungkap Zulkarnain, Rabu (13/12).

Advertisement

Dikatakannya, FJ seorang anak biasa dan hanya mengenyam pendidikan sampai kelas 3 sekolah dasar. Dia didoktrin SH sedemikian kuat sehingga gerakan radikal mengakar di pemikirannya.

"Dia dijanjikan masuk surga dan bertemu dengan tujuh bidadari cantik bila menjadi pengantin amaliyah tersebut," ujarnya.

Dalam rencana teror itu, FJ rencananya didampingi empat pelaku lain yakni berinisial IF, warga Sakenang, Kecamatan Buai Pemaca, Kabupaten Ogan Komering Ilir, ZK alias MZ warga Tanjung Durian, OKU Selatan. Ada pula AM alias MJ warga Desa Suban Geriji, Kecamatan Rambang Dangku, Muara Enim, dan SW alias SM, warga SP 1, Lubai Persada, Kecamatan Lubai Ulu, Muara Enim.

Advertisement

"Dari para tersangka, rencananya besok kita kirim ke Mabes Polri agar pemeriksaan lebih intensif," kata dia.

Tersangka SH sudah beberapa tahun terakhir menjadi buronan polisi. Dia dikenal sebagai pimpinan pondok pesantren di Muara Itu menyiapkan sarana latihan fisik dan latihan memanah bagian jemaahnya. Dia juga mempublikasikan kepada JAD di Indonesia untuk bergabung membuat komplek pemukiman atau camp khusus seperti yang dilakukannya.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.