Disergap Bea Cukai, ABK nekat lompat ke laut pasang berarus deras
Kedua kapal pembawa barang selundupan diamankan dan ditarik ke Dermaga Bea Cukai.
Petugas Bea Cukai Teluk Nibung, Tanjung Balai, Sumatera Utara, menangkap dua kapal nelayan pembawa barang ilegal dari Malaysia di Sungai Asahan. Saat disergap, tekong dan ABK sempat berupaya melarikan diri dengan melompat ke sungai.
Kapal nelayan yang ditangkap yaitu KM Sahabat dan kapal tanpa nama. "Ini merupakan kapal lansir untuk membawa barang dari tengah laut menuju ke Sungai Asahan," kata M Firdaus, Kasi P2 Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Teluk Nibung, Tanjung Balai, Kamis (8/9).
KM Sahabat membawa lebih dari 3 ton bawang. Sementara kapal tanpa nama mengangkut 25 ballpress. Barang-barang itu diselundupkan dari Malaysia untuk dikirim masuk melalui pelabuhan tikus di Sungai Asahan.
Kedua kapal disergap Kapal Satgas Bea Cukai 15042 pada Rabu (7/9) kemarin. Saat kapalnya dihentikan, tekong berinisial JA dan anak buah kapal (ABK) berinisial AS berupaya melarikan diri. Mereka nekat melompat ke laut.
Beruntung keduanya tidak mampu meloloskan diri karena saat itu air sedang pasang dan arus deras. Keduanya diselamatkan dan dinaikkan ke atas kapal. "Mereka lompat ke laut dan kita berusaha untuk menyelamatkan mereka," ucap Firdaus.
Kedua kapal pembawa barang selundupan diamankan dan ditarik ke Dermaga Bea Cukai. Sementara tekong dan ABK masih menjalani pemeriksaan intensif.