Diserang anjing liar, kanguru di Ragunan mati karena pendarahan
14 Kanguru yang mati mengalami luka gigitan di sekitar leher, kaki dan perut.
Sebanyak 14 kanguru jenis Wallaby Abu asal Papua mati lantaran diserang sejumlah anjing liar yang menyusup masuk ke dalam hunian mereka. Belasan hewan yang menjadi ciri khas negara Australia tersebut mati karena pendarahan di sekujur tubuhnya.
"Hasil pemeriksaan post mortem para dokter hewan di sini (Taman Margasatwa Ragunan) kematian kanguru disebabkan adanya sejumlah luka gigitan di sekitar leher, kaki dan perut sehingga terjadi pendarahan serius hingga kematian," ujar Kepala Badan Layanan Umum Daerah Taman Margasatwa Ragunan, Bambang Triyono, kepada wartawan saat ditemui di lokasi, Kamis (28/11).
Bambang menjelaskan, para anjing pembunuh tersebut diduga milik warga sekitar. "Diduga anjing itu lepas dan menerobos masuk ke kawasan TMR," paparnya.
Mendapati belasan kanguru tersebut mati, tambah Bambang, petugas langsung menyisir ke seluruh kawasan dan berhasil menangkap 3 ekor anjing. "Ketiga anjing itu sekarang berada di Balai Kesehatan Hewan dan Ikan (BKHI) untuk dilakukan observasi selama 14 hari," pungkasnya.
Akibat kejadian ini, tinggal empat ekor kanguru jenis Wallaby Abu yang tersisa di Taman Marga Satwa Ragunan. Tercatat ada 14 ekor yang menjadi korban gigitan anjing liar.
Empat ekor kanguru yang tersisa terdiri dari satu betina dan tiga jantan juga mengalami luka dengan kondisi mengenaskan. Pantauan merdeka.com di lokasi, salah satu dari empat ekor kanguru yang berada di kandang yang terletak berseberangan dengan kandang Tapir dan Babi Hutan tersebut terlihat menderita luka gigit yang masih menganga di bagian ekornya.(mdk/bal)