LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Diselamatkan dari hutan terbakar di Kalbar, 2 orangutan dilepas lagi

"Ke semuanya ada 7 individu orangutan yang dilepasliarkan di taman nasional gunung palung ini," kata Dadang.

2016-04-06 03:44:00
Satwa Indonesia
Advertisement

Dua orangutan Kalimantan, induk dan bayinya, Selasa (5/4) dilepas ke alam liar di kawasan hutan Taman Nasional Gunung Palung (TNGP) di Kalimantan Barat. Sebelumnya, keduanya diselamatkan dari hutan yang habis terbakar pada Januari 2016 lalu.

Pelepasan ini dilakukan petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar, Kantor Balai TNGP, serta Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) Ketapang. Pelepasan kali ini merupakan keempat kalinya dilakukan di kawasan Balai TNGP.

Dalam keterangan resmi kepada wartawan di Ketapang, Kepala Balai TNGP Dadang Wardhana mengatakan, di antaranya bulan Februari 2015 lalu, 6 orangutan dilepasliarkan di kawasannya. Menyusul Juni 2015, juga ada 6 orangutan yang dilepasliarkan.

"Ke semuanya ada 7 individu orangutan yang dilepasliarkan di taman nasional gunung palung ini," kata Dadang, Selasa (5/4).

Orangutan dilepas di hutan Kalbar ©2016 Merdeka.com/ Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia


Kawasan Gunung Palung kata Dadang, memiliki areal hutan konservasi yang masih sangat bagus untuk habitat orangutan. Kerjasama dengan semua pihak, lanjut Dadang, harus terus dijalin untuk menjaga dan melindungi satwa liar dilindungi.

"Ketika diselamatkan waktu itu, 2 individu induk dan bayinya ini, memprihatinkan. Badannya kurus kering," ujar Dadang.

Saat itu diperkirakan kedua orangutan sudah lama tidak makan, setelah hutan yang juga habitatnya hangus terbakar. Keduanya ditemukan di perkebunan karet milik warga, di kabupaten Kayong Utara. Akhirnya, diputuskan untuk dirawat di pusat penyelamatan dan konservasi orangutan YIARI di Ketapang. Sang induk pun di beri nama Mama Nam.

"Dalam tiga bulan terakhir, dilakukan perawatan. Sangat penting untuk memastikan kondisi keduanya, sebelum dilepasliarkan lagi. Mama Nam dan bayinya, sudah bagus, berat badan bertambah," kata Manager Animal Care YIARI, drh Ayu Budi Handayani menambahkan.

Advertisement
(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.