LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Disebut tak profesional usut peluru nyasar di DPR, ini pembelaan Polda Metro

Sebelumnya, Anggota DPR Wenny Warouw menilai kepolisian tidak profesional menangani kasus dugaan peluru nyasar di ruangannya dan Bambang Heri Purnomo. Sebab, menurutnya, peluru baru diamankan dari ruang kerjanya tetapi sudah dinyatakan sebagai peluru nyasar.

2018-10-18 21:32:00
Peluru Nyasar
Advertisement

Pihak Polda Metro Jaya membantah kalau disebut tak profesional dalam mengungkapkan kasus peluru nyasar di Gedung DPR RI. Pasalnya, banyak sejumlah pihak yang meragukan atas pengungkapan kasus ini.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, tim telah melakukan proses pengungkapan sesuai SOP. Salah satunya adalah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Kita melakukan olah TKP secara profesional ya," tegas Argo di Polda Metro Jaya, Kamis (18/10).

Advertisement

Dalam kasus ini, tim Labfor juga dikerahkan. Sehingga, Argo menegaskan kembali, proses pengungkapan kasus ini dilakukan dengan baik dan profesional.

"Perlu saya sampaikan, ini perlu adanya labfor yang kita lakukan ya, jadi labfor itu yang nanti akan melakukan uji balistik, mulai dari olah TKP, kita membawa atau bersama dengan labfor yang lebih ahli dalam balistik," ujarnya.

Sebelumnya, Anggota DPR Wenny Warouw menilai kepolisian tidak profesional menangani kasus dugaan peluru nyasar di ruangannya dan Bambang Heri Purnomo. Sebab, menurutnya, peluru baru diamankan dari ruang kerjanya tetapi sudah dinyatakan sebagai peluru nyasar.

Advertisement

"Kalau begitu kan enggak profesional peluru saja belum dicabut. Kalian sendiri lihat baru dicabut saya lihat wawancara di bawah sudah bilang nyasar," kata Wenny di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/10).

Polisi, kata Wenny, seharusnya melakukan pengecekan laboratorium terlebih dahulu. Karena, peluru aksi peluru nyasar ini cukup berbahaya.

"Bagaimana itu? proyektil itu harus ke laboratorium forensik tanya dulu, lihat dulu jenis ini jenis apa? bentuknya begini kaliber berapa?," ungkap dia.

"Jangan bilang ini nyasar, itu enggak boleh seolah-olah itu menghilangkan jejak. Jangan dong, coba kalau seperti yang di lantai 13 tembus dinding lagi. Coba kalau tembus kepalanya, masa bilang peluru nyasar? Itu enggak boleh polisi mempercepat cerita seperti itu. Enggak boleh," sambungnya.

Baca juga:
Pimpinan MPR sebut Gedung DPR objek vital harus dilindungi
Polisi cek seluruh gedung DPR, peluru juga ditemukan di ruang Effendi Simbolon
Polisi usul Lapangan Tembak Senayan ditutup atau direnovasi demi keamanan
DPR akan panggil Setneg dan Kapolri bahas penembakan ruang legislator
Polisi lakukan penyisiran bekas tembakan peluru di DPR
Lubang bekas peluru di ruangan anggota DPR dari Demokrat ditemukan oleh Pamdal

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.