Disambut ratusan warga, jenazah petani Kendeng dimakamkan di Pati
Disambut ratusan warga, jenazah petani Kendeng dimakamkan di Pati. Isak tangis keluarga pecah setelah peti jenazah dibuka anggota keluarga untuk memastikan peti tersebut berisi jenazah Patmi. Sekira pukul 21.00 WIB, Patmi dimakamkan di pemakaman desa setempat yang berjarak 1 kilometer dari rumah duka.
Jenazah Patmi (48), salah seorang peserta aksi tolak pembangunan pabrik semen Rembang yang meninggal dibawa ke kampung halamannya Desa Larangan, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Jenazah Patmi dimakamkan Selasa (21/3) malam.
Diberitakan Antara, ratusan warga desa setempat sejak sore berkumpul di rumah keluarga Patmi di Desa Larangan RT 3 RW 1. Kedatangan mobil ambulans pembawa jasad Patmi, dari Jakarta, pukul 20.20 WIB, langsung disambut ratusan warga.
Isak tangis keluarga pecah setelah peti jenazah dibuka anggota keluarga untuk memastikan peti tersebut berisi jenazah Patmi. Sekira pukul 21.00 WIB, Patmi dimakamkan di pemakaman desa setempat yang berjarak 1 kilometer dari rumah duka.
Sri Utami, anak almarhumah, mengaku tidak ada firasat apa pun atas meninggalnya ibundanya. Awalnya, lanjut dia, sempat belum bisa merelakan, kemudian siang harinya bisa merelakan kepergiannya karena niatnya ke Jakarta memang berjuang.
Gunretno yang berkesempatan menyampaikan sambutan mengungkapkan, dirinya juga sempat terkejut dengan meninggalnya Patmi, karena selama di Jakarta dirinya juga berada di dekatnya.
"Saya juga ingin menyampaikan bahwa almarhumah di Jakarta dalam kondisi sehat," ujarnya lagi.
Atas meninggalnya teman seperjuanganya itu, dia kemudian menginformasikannya kepada suaminya. Ia mengatakan, sempat menanyakan keberangkatannya apakah berpamitan atau tidak.
"Suaminya sudah megizinkan untuk berjuang demi Pegunungan Kendeng," ujar dia lagi.
Komnas Perempuan juga mendapat kesempatan sambutan yang diwakili Budi Wahyuni menyampaikan selamat jalan untuk almarhumah. Suparmi, teman almarhumah yang juga ikut demo di Jakarta mengakui, merasa kehilangan atas meninggalnya Patmi.
"Selesai aksi, saya sempat bercanda berdua," ujarnya pula.
Bahkan, lanjut dia, almarhumah pada Selasa dini hari sempat meminta pulang bersama, sebelum akhirnya meninggal dunia. Ia menganggap, teman seperjuangannya itu merupakan sosok yang suka membantu temannya.
Keluarga di Kabupaten Pati mengetahui kabar meninggal almarhumah sekira pukul 04.00 WIB.
Ucapan bela sungkawa lewat karangan bunga datang dari berbagai pihak, di antaranya dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Kepala Staf Kepresidenan, Deputi V Kantor Staf Presiden, keluarga besar Walhi, Komnas Perempuan, YLBHI, Serikat Paguyupan Petani Qaryah Thayyibah, serta sejumlah politisi.
Patmi dikabarkan meninggal sekitar pukul 02.55 WIB menjelang sampai di Rumah Sakit St Carolus Salemba, Jakarta. Pihak RS St Carolus menyatakan bahwa Patmi meninggal mendadak pada pukul 02.55 WIB dengan dugaan serangan jantung.
Baca juga:
Sebelum wafat, peserta cor kaki tolak semen Rembang sempat kejang
Ini kronologis Patmi peserta cor kaki tolak semen Rembang meninggal
Salah satu peserta aksi cor kaki tolak pabrik semen meninggal
Peserta aksi cor kaki tolak pabrik semen Rembang pulang kampung
PT Semen Indonesia sepakat hentikan sementara penambangan di Rembang
Para petani Kendeng tinggalkan keluarga demi aksi cor kaki di Istana
Usai bertemu Teten, petani Kendeng bakal lanjutkan aksi cor kaki