LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Disaksikan Menkes, Unair Serahkan Bibit Vaksin Merah Putih ke PT Biotis

Mantan Wakil Menteri BUMN ini berharap, Vaksin Merah Putih bisa menjadi booster bagi anak berusia 5 hingga 12 tahun. Saat ini, baru satu vaksin yang diperbolehkan untuk anak 6 sampai 11 tahun, yakni Sinovac.

2021-11-09 20:12:36
vaksin covid-19
Advertisement

Universitas Airlangga (Unair) menyerahkan bibit Vaksin Merah Putih kepada PT. Biotis Pharmaceutical. Serah terima dilakukan secara simbolis dari Rektor Unair Muhammad Nasih kepada Direktur PT Biotis, FX Sudirman di Aula Gedung Garuda Mukti.

''Saya ucapkan rasa bangga yang sangat tinggi kepada rekan-rekan di Universitas Airlangga yang telah mampu menghasilkan seed vaksin dalam negeri,'' kata Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menyaksikan langsung penyerahan bibit vaksin tersebut, Selasa (9/11).

Vaksin Merah Putih merupakan vaksin yang dikembangkan oleh peneliti Indonesia. Pengembangan vaksin ini menggunakan platform inactivated virus atau virus yang dimatikan.

Advertisement

Bibit Vaksin Merah Putih telah melalui uji praklinis tahap 1, 2 dan 3 kepada hewan dengan hasil aman dan baik. Bibit vaksin ini akan dilakukan uji klinis tahap 1 kepada 100 orang.

Kemudian diteruskan dengan uji klinis tahap 2 pada Januari 2022 kepada 400 orang. Uji klinis terakhir atau ketiga dilakukan pada Februari 2022 kepada sekitar 1.000 orang.

“Ini kan sudah lulus uji praklinis ke hewan, kalau bisa uji klinisnya mulai tahun ini untuk mengukur keamanannya,” tutur Budi.

Advertisement

Mantan Wakil Menteri BUMN ini berharap, Vaksin Merah Putih bisa menjadi booster bagi anak berusia 5 hingga 12 tahun. Saat ini, baru satu vaksin yang diperbolehkan untuk anak 6 sampai 11 tahun, yakni Sinovac.

Budi menambahkan keberhasilan Unair menemukan vaksin Covid-19 merupakan tonggak sejarah dalam perkembangan sistem kesehatan Indonesia. Dia berharap momentum ini bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan sarana dan prasaran kesehatan, terutama fasilitas dan kompetensi pengembangan vaksin.

“Saya berharap Indonesia bisa menguasai teknologi, bukan hanya berbasis dari teknologi virus, bukan hanya berbasis teknologi protein rekombinan maupun asam nukleat,” tandasnya.

(mdk/fik)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.