LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Dirut RSPI: Pasien Corona Meninggal, Virus COVID-19 Ikut Mati

Direktur Utama (Dirut) RSPI Prof dr Sulianti Saroso meminta, masyarakat tak perlu khawatir akan penularan pasien yang meninggal dunia akibat positif Virus Corona atau COVID-19. Menurutnya, virus tersebut akan ikut mati, apabila pasien meninggal dunia.

2020-03-11 17:07:09
Corona di Indonesia
Advertisement

Direktur Utama (Dirut) RSPI Prof dr Sulianti Saroso meminta, masyarakat tak perlu khawatir akan penularan pasien yang meninggal dunia akibat positif Virus Corona atau COVID-19. Menurutnya, virus tersebut akan ikut mati, apabila pasien meninggal dunia.

"Semua pasien apabila meninggal di rumah sakit pulang sudah tidak ada virus. (Tidak menular lagi?) Tidak, aman, mati semua Virus nya," katanya di kantornya, Rabu (11/3).

Apalagi, kata Syahril, jenazah tak perlu dibungkus plastik saat dikebumikan. Menurutnya, virus pun akan ikut mati.

Advertisement

Lebih lanjut, perihal perbedaan penanganan medis yang disinggung Australia, Syahril mengaku hal itu tak perlu ditanggapi. Terlebih, Australia meragukan penanganan Corona di RI.

Menurut Syahril, masyarakat harus yakin kepada tim dokter yang menangani wabah ini.

Advertisement

"Saya nggak komen. Sekarang harusnya kita Indonesia tidak boleh meragukan bangsa kita sendiri. Dinas kesehatan, pemerintah daerah semua ada istruksi dari presiden (Joko Widodo) untuk melakukan ini. karena ini kan masalah dunia," pungkasnya.

Pemerintah merilis satu WNA Kasus-25 positif virus corona meninggal dunia. Pasien ini masuk dalam keadaan sakit berat karena ada faktor diabetes, hipertensi, hipertiroid dan juga paru-paru.

Diketahui, pemerintah Australia memberikan update bagi para traveler yang ingin berkunjung ke Indonesia. Pembaharuan ini menyorot kasus baru Virus Corona (COVID-19) di Tanah Air.

Pada situs pemerintah Smartraveller, Senin (9/3), otoritas Australia menyebut kemampuan Indonesia dalam mengendalikan Virus Corona tidak mumpuni. Turis Australia turut diberi penjelasan bahwa standar layanan kesehatan di Indoensia berbeda dengan Australia.

Ketersediaan pengujian dan fasilitas pengendalian infeksi terbatas dan risiko penularan virus bertambah. Layanan kritis untuk merawat warga Australia yang sakit parah, termasuk di Bali, kemungkinan secara signifikan di bawah standar di Australia, jelas situs Smartraveller terkait situasi Indonesia.

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.