Dirut Bulog ngaku dihubungi Irman bahas kuota gula
Dirut Bulog ngaku dihubungi Irman bahas kuota gula. Dalam percakapannya dengan Irman, Djarot mendengar informasi bahwa di Sumatera Barat harga gula sangat tinggi.
Direktur Utama Bulog, Djarot Kusumayakti telah rampung menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Djarot mengatakan dirinya sempat dihubungi oleh Irman Gusman melalui sambungan telepon.
Dalam percakapannya dengan Irman, Djarot mendengar informasi bahwa di Sumatera Barat harga gula sangat tinggi.
"Beliau (Irman menghubungi Djarot). Yang saya tangkap (maksud Irman menghubungi Djarot) di sana harga gula mahal," ujar Djarot saat keluar dari Gedung KPK, Kamis (29/9).
Dia juga menegaskan bahwa kuota distribusi gula di setiap daerah tidak bisa diubah jumlahnya. Dia pun tidak tahu menahu perihal adanya perpindahan kuota distribusi gula dari daerah ke daerah lain.
"Enggak. Enggak bisa," ujarnya singkat.
Pemeriksaan Djarot hari ini sebagai saksi untuk tersangka Irman Gusman. Seperti diketahui, Irman ditangkap KPK di rumah dinasnya, Jl Denpasar C3/8 Jakarta Selatan, Sabtu dini hari tadi. Irman ditangkap setelah kedapatan menerima uang Rp 100 juta dari Xaveriandi Sutanto, direktur CV Semesta Berjaya, sebagai bentuk suap pemberian rekomendasi penambahan kuota gula impor ke Bulog. Di lokasi tersebut KPK juga mengamankan istri Xaveriandi, Memi, dan Willy Sutanto adik kandung Xaveriandi.
Setelah melakukan pemeriksaan 1X24 jam KPK menetapkan beberapa orang tersangka dari kasus suap Irman Gusman. Sebagai pemberi Xaveriandi, dan Memi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 5 huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.
Sedangkan Irman disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi.(mdk/hhw)