LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Dirjen Pajak bungkam soal kaitan Tommy dan Bhakti Investama

Ditjen Pajak hanya mendukung KPK dalam bentuk data. Seluruh perkembangan kasus merupakan kewenangan KPK.

2012-06-12 19:34:47
Mafia pajak
Advertisement

Dirjen Pajak Fuad Rahmany menolak mengungkapkan kaitan Tommy Hindratno, kepala seksi pelayanan dan konsultasi di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Sidoarjo, Surabaya, yang ditangkap KPK dengan perusahaan Bhakti Investama. Menurut Fuad, KPK yang berwenang menyampaikan hal tersebut.

"Aduh saya nggak bisa ngomong, karena itu (sudah) case-nya. Kita kan begini kerjasamanya sama KPK, kalau ngomong hanya satu pintu, jadi kita nggak bisa ngomong, biar KPK yang ngomong," kelit Fuad usai rapat dengan Badan Anggaran DPR, di gedung DPR, Jakarta, Selasa (12/6).

Ditjen Pajak, lanjut Fuad, hanya memberikan dukungan dalam bentuk data. Sementara untuk menyampaikan hasil penyelidikan merupakan kewenangan KPK. "Kita akan mendukung KPK dalam arti data, itu saja, jadi kita nggak bisa ngomong," tegasnya.

Begitu pula mengenai berapa nominal pajak Bhakti Investama yang diselewengkan. Dia hanya meminta untuk dilihat hasilnya di pengadilan.

"Tadi sudah saya bilang, saya nggak bisa ngomong, pokoknya kamu nggak bisa maksa dirjen pajak soal itu, pokoknya kita sudah kerjasama dengan KPK. Selanjutnya informasi tanya ke KPK, sampai di pengadilan itu baru di pengadilan bisa diketahui," jelasnya.

Dia pun mengatakan jika tertangkapnya Gayus, Dhana dan Tommy sebagai bukti keberhasilan kontrol yang telah dilakukan oleh institusinya. Fuad tidak menutup kemungkinan jika atasan Tommy juga turut terlibat.

"Darimana kamu tahu tingkat atas tidak, kan semakin tinggi jabatannya kan makin takut, gitu loh. Tapi saya tidak bilang tidak ada, tapi ada juga, tapi jangan beranggapan dari bawah sampai atas," imbuhnya.

Dia pun membantah jika Ditjen Pajak mengumpan pegawainya untuk diserahkan ke KPK. Namun, murni sebagai pemberian efek jera bagi pegawainya yang nakal. "Nggak dong kita real kok, kita bikin efek jeranya ampuh, karena kalau diceramahi itu susah karena orang-orang sekarang itu alim, agak lemah iman ha ha ha ha," ucap Fuad  sambil tertawa.(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.