LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Dirjen Dukcapil Dapati Ada Antrean Warga di Bekasi: Bahaya Penularan Corona Ini

Dia meminta agar masyarakat dapat memahami. Karena kondisi pandemi sekarang, keselamatan yang paling utama

2020-03-17 14:22:25
Corona di Indonesia
Advertisement

Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh mendatangi Kantor Dinas Dukcapil Kota Bekasi, Jawa Barat. Ia terkejut mendapati masih terjadi kepadatan antrean warga.

Padahal sudah ada imbauan dari Presiden untuk melakukan social distancing untuk menghindari penyebaran virus corona baru, Covid-19.

"Tadi saya sidak di kota Bekasi dan dapat laporan dari daerah masih banyak antrean. Padahal ini bahaya bagi penularan corona," kata Zudan, Selasa (17/3).

Advertisement

Dia pun langsung memberikan arahan agar tidak ada lagi antrean.

"Caranya dengan permohonan online, dokumen dikirim ke rumah atau diambil saat sudah jadi, diberitahu kapan ambil. Atau dengan cukup meletakkan dokumen permohonan dalam kotak-kotak yang disediakan. Ditulisi no telepon dan nama pemohon. Langsung ditinggal pulang. Saat dokumen jadi akan dihubungi," ungkap Zudan.

Dia meminta agar masyarakat dapat memahami. Karena kondisi pandemi sekarang, keselamatan yang paling utama

Advertisement

"Masyarakat harus kita buat lebih paham. Dalam kondisi seperti sekarang ini, keselamatan yang paling utama," katanya.

Sebelumnya, Dukcapil akan melayani publik dengan baik, dengan mengutamakan layanan online.

Masyarakat bisa mengajukan permohonan dokumen kependudukan secara online, dan dokumennya pun dikirim online dengan PDF, sehingga penduduk bisa mencetak di rumah.

"Aplikasi Dukcapil yang mencetak dokumen dengan kertas HVS A4 80 gram dapat digunakan. Kepala Dinas saya persilahkan mengatur sesuai kondisi setempat. Prinsipnya dihindari pengumpulan atau berkerumunnya orang," kata Zudan.

Khusus layanan KTP-el karena ada kontak fisik secara langsung, dia berpesan agar ditunda 2 sampai dengan 3 pekan ke depan. Kecuali untuk hal yang sangat urgen layanan dapat diberikan. Untuk itu setelah digunakan perekaman maksimal harus ada perlakuan khusus kepada petugas, alat dan pemohon.

"Alat untuk melakukan perekaman diberikandisinfektan secara rutin. Petugas pun harus rutin dan sering mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, begitu juga pemohon. Diupayakan ada thermal gun untuk mengukur suhu tubuh dipintu masuk kantor," ungkap Zudan.

Selanjutnya, kepada Kadis Dukcapil, dia menginstruksikan dapat membuat pengumuman agar masyarakat yang tidak sangat urgent dapat menunda pengurusan dokumennya. "Yang urgen tetap dilayani. Misalnya untuk sekolah, mengurus BPJS atau urusan rumah sakit," tutur Zudan.

Reporter: Putu Merta
Sumber : Liputan6.com

Baca juga:
Sri Mulyani Wajibkan Pemerintah Daerah Anggarkan Belanja Penanganan Virus Corona
Pulang dari Luar Negeri, Wali Kota Bogor Dikarantina
Pemerintah Diminta Segera Distribusikan Alat Pendeteksi Corona ke Semua Daerah
Corona Merebak, Kampung Budaya Betawi Setu Babakan Sepi Pengunjung
Meski Kerja di Rumah, Sri Mulyani Tetap Pantau Perkembangan Ekonomi RI
Ini Penjelasan Kapolda Sultra Terkait Kedatangan WNA China

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.