LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Dipecat jadi pecalang, Ketut tutup akses ke Pantai Perawan

Pantai perawan yang mulai ramai dikunjungi turis asing ini, mendadak sunyi.

2015-01-01 13:45:00
Wisata Pantai
Advertisement

Ada-ada saja yang dilakukan Ketut Sukawinangun, warga Perasi Kauh Karangasem. Akses jalan menuju pantai Perawan 'The Virgin Beach' ditutup olehnya, lantaran diduga karena wujud protes diberhentikan dari Pecalang adat desa.

Pantai perawan yang mulai ramai dikunjungi turis asing ini, mendadak sunyi. "Memang jalan satu-satunya yang selama ini dilalui warga dan turis asing, hanya jalan itu. Memang jalan itu di area tanah milik Sukawinangun," Aku I Made Suardi, Klian Pecalang yang berjaga di parkiran Pura Dalem, Kamis (1/1).

Dia mengaku, sama sekali tidak tahu kapan akses jalan tersebut dipagari oleh pemilik tanah.

"Kami sendiri tidak mengetahui alasannya kenapa pemilik lahan itu memblokir akses jalan menuju ke pantai, apakah mungkin karena si pemilik lahan (Ketut Sukawinangun,red) diberhentikan sebagai pecalang?" Akunya.

Pemblokiran akses jalan menuju pantai yang terkenal di kalangan wisatawan Eropa dan Jepang ini baru diketahui warga desa Perasi pada jelang tahun baru, Rabu (31/12) kemarin. Akses jalan yang ditutup tersebut menurut sejumlah pecalang yang ditemui di [parkiran Pura Dalem atau sekitar 500 meter menuju pantai tersebut, merupakan lahan pribadi milik Ketut Sukawinangun, warga Perasi Kauh.

Oleh pemiliknya akses jalan itu ditutup dengan menggunakan tiga buah tiang beton dan dipalangi kayu agar warga dan wisatawan tidak bisa melintas. Sejumlah pecalang dan warga di desa ini mengaku tidak mengetahui secara pasti apa yang memicu hingga si pemilik lahan menutup akses jalan yang melintasi lahan milik pribadinya tersebut.

"Karena akses jalannya ditutup, terpaksa kendaraan wisatawan kami arahkan untuk parkir di Pura Dalem," tandasnya.

Pun demikian untuk menuju ke pantai, wisatawan harus berjalan menuruni bukit sejauh 500 meter dengan mengambil jalur lain yang cukup berbahaya.

Kelian Desa Pakraman Perasi, Jro Wayan Pasek Gelgel mengakui sampai saat ini pihaknya belum melakukan pembicaraan dengan si pemilik lahan untuk mencari solusi dari permasalahan ini. Sementara warga dan wisatawan berharap agar permasalahan ini segera dicarikan solusi mengingat wisatawan kesulitan akses jalan menuju pantai.

"Apakah penyebabnya karena si pemilik lahan diberhentikan dari Pecalang adat desa, itu saya tidak tau. Kita belum dapat komunikasi dengan yang bersangkutan, kalau itu alasannya. Kita akan bicarakan denga kelian pecalangnya," kata Jero Pasek, Kamis (1/1).(mdk/ian)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.