LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Dinsos bermain, PKH diduga jadi tim pemenangan calon gubernur

Kedatangan calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dalam acara Program Keluarga Harapan (PKH) masih menjadi polemik

2018-02-02 16:57:45
Khofifah Indar Parawansa
Advertisement

Kedatangan calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dalam acara Program Keluarga Harapan (PKH) masih menjadi polemik. Ada indikasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim terlibat dalam pemenangan pasangan calon (Paslon) Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak.

"Mestinya Gubernur tahu, Pakde Karwo (Gubernur Jatim) harus segera bersikap untuk menyelesaikan persoalan ini," kata Sekretaris DPC Partai Gerinda Surabaya, AH. Thony,Jumat,(2/2).

Thony mengatakan, perlu diketahui adanya kejadian ini menunjukkan rezim Pakde Karwo ternoda. Banyak birokrasi yang terlibat aktif dalam pemenangan pemilihan gubernur (Pilgub) Jatim. Minimal, lanjut dia, Gubernur memanggil Dinas Sosial untuk meminta penjelasan mengenai kejadian ini.

Advertisement

"Inikan Dinas Sosial bermain api. Wajar kalau kita curiga bahwa ada upaya birokrasi memenangkan pasangan calon Khofifah-Emil," ujarnya.

Untuk menghindari kecurigaan itu, Thony meminta supaya pemprov segera bergerak. Pihak-pihak yang terkait harus meluruskan supaya ada kejelasan terkait kedatangan Khofifah dalam acara rapat koordinasi pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) tahun 2018 Provinsi Jawa Timur di Villa di Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Jika persoalan ini dibiarkan, maka akan menjadi bola liar yang menggelinding.

Seharusnya, Dinas Sosial menyadari bahwa mengundang Khofifah akan menjadi polemik besar. Apalagi, di sisi yang berbeda Gus Ipul (Saifullah Yusuf) masih aktif sebagai wakil gubernur Jatim. Jika memang mengundang, minimal kedua-duanya diundang supaya tidak muncul persepsi berbeda di masyarakat.

Advertisement

"Harusnya Gus Ipul juga diundang. Pertanyaanya kenapa yang diundang hanya Bu Khofifah, saya takut ada yang tidak beres," terang Thony.

Yang lebih menakutkan, ungkap Thony, ada upaya birokrasi ikut untuk memenangkan Khofifah. Sekarang siapa yang tidak tahu, kalau Khofifah merupakan pilihan Pakde Karwo untuk maju dalam pilgub ini. Dengan jabatan Soekarwo, sangat dimungkinkan ada instruksi khusus untuk mengawal Khofifah.

Permainan inilah yang dinilai tidak bagus, Thony meminta supaya semua pihak menjaga dan menahan diri. Menurut dia, saat ini yang perlu diperhatikan adalah menjaga stabilitas dankondusif Jawa Timur. Persoalan-persoalan seperti ini, ungkap dia, bisa memunculkan percikan panas di masyarakat.

"Kalau ini ditanggapi berbeda masing-masing pendukung, kan bisa berbahaya. Mari jagakondusif di Jatim,"katanya.

Baca juga:
DPRD Jatim keberatan PKH dilibatkan dalam urusan Pilgub
PKB sebut Khofifah tidak etis ikut sosialisasi program Kemensos
Khofifah tanggapi santai kehadiran di Rakor PKH dipermasalahkan
Rapat koordinasi program PKH di Mojokerto tanpa sepengetahuan Dinas Sosial Jatim
Pasang alat peraga dekat sekolah, tim Khofifah-Emil disemprit Panwaslu Kota Madiun

(mdk/paw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.