LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Dinkes: Ibu Hamil di Mataram Wajib Tes Cepat Covid-19

Dengan demikian, lanjutnya, pelayanan tes cepat COVID-19 bagi ibu hamil ini justru menguntungkan bagi semua pihak dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19.

2020-06-26 15:04:38
Corona di Indonesia
Advertisement

Dinas Kesehatan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, telah mengeluarkan kebijakan bahwa setiap ibu hamil yang akan melahirkan wajib mengikuti pemeriksaan cepat (rapid test) COVID-19 untuk mengamankan ibu dan bayi.

"Selain untuk menjamin keamanan ibu dan bayi dari penularan COVID-19, juga mengamankan petugas yang akan menangani, serta memudahkan proses rujukan jika ibu hamil harus dirujuk," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Usman Hadi di Mataram, Jumat (26/6).

Dengan demikian, lanjutnya, pelayanan tes cepat COVID-19 bagi ibu hamil ini justru menguntungkan bagi semua pihak dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19.

Advertisement

Ibu hamil juga dimudahkan ketika akan dilakukan pelayanan rujukan sebab pihak rumah sakit manapun, tidak mau menerima rujukan ibu hamil jika belum melakukan "rapid test" COVID-19.

"Jadi tidak masalah kita menyiapkan alat tes cepat COVID-19 lebih banyak, asalkan ibu hamil bisa tertangani segera dengan aman," ujarnya.

Menurutnya, dari data kunjungan ibu hamil di Kota Mataram selama tiga bulan terakhir yakni bulan Maret, April, Mei 2020 tercatat 1.673 orang atau 17,2 persen. Jumlah itu menurun 5,5 persen jika dibandingkan tiga bulan yang sama tahun 2019, dengan jumlah kunjungan 2.212 orang atau 22,7 persen.

Advertisement

"Sedangkan untuk persalinan memang terjadi peningkatan namun tidak signifikan karena kenaikan hanya 0,1 persen," katanya.

Dari data persalinan tahun 2019 selama tiga bulan (Maret, April, Mei) tercatat 1.965 orang atau 21,2 persen. Sementara pada tahun 2020 pada tiga bulan yang sama jumlah persalinan sebanyak 1.972 orang atau 21,3 persen.

"Kita proyeksikan tingkat kelahiran di Kota Mataram sebanyak 9.000 per tahun, namun realisasinya pada tahun 2019, mencapai 8.000 an tidak sampai 9.000 kelahiran," ujarnya.

Baca juga:
Tes Swab Covid-19 di Pasar Pekanbaru, Pedagang Pilih Tutup Lapak Dagangan
Bupati: Masih Ada Tiga Klaster Penyebaran Covid-19 di Banyumas
Siloam dan Link Net Donasikan 1.000 Rapid Test Kit Ke Pemkab Tangerang
DP3A Mataram Siapkan Bantuan untuk Anak Terpapar Covid-19
LPS Serahkan Bantuan Penanganan Corona dari Pemotongan Gaji Direksi dan Pegawai LPS
Cerita Pasien Covid-19 Terlama di Bali Usai Dinyatakan Sembuh pada Tes Swab ke-24

(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.