Dinkes Cianjur Catat 32 Kasus Gigitan Hewan Liar Sepanjang Awal 2026, Waspada Serangan Monyet
Dinas Kesehatan Cianjur mencatat 32 kasus gigitan hewan liar hingga April 2026, dengan insiden terbaru serangan monyet liar yang melukai anak. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi gigitan hewan liar.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat adanya 32 kasus gigitan hewan liar yang menimpa masyarakat di berbagai wilayah sepanjang periode Januari hingga April 2026. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama setelah insiden serangan monyet liar yang melukai seorang anak.
Kasus-kasus ini tersebar di beberapa kecamatan seperti Karangtengah, Cilaku, Cianjur, dan yang terbaru di Kecamatan Cibeber, di mana seorang anak berusia lima tahun mengalami luka serius akibat diserang monyet liar sehingga mendapat 35 jahitan. Meskipun demikian, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Cianjur, Javed Mataputung, memastikan bahwa tidak ada kasus rabies yang ditemukan dari puluhan insiden tersebut, hanya kasus gigitan hewan liar biasa.
Seluruh korban gigitan hewan liar telah mendapatkan penanganan medis yang cepat dan diberikan vaksin anti-rabies, sehingga mereka dapat kembali beraktivitas seperti biasa. "Puluhan korban gigitan hewan liar di sejumlah wilayah dipastikan telah dilakukan penanganan dan diberikan vaksin anti rabies dan sudah kembali beraktivitas seperti biasa," katanya. Dinkes Cianjur juga menegaskan komitmennya dalam memastikan ketersediaan vaksin dan fasilitas penanganan untuk menjaga kesehatan masyarakat.
Peningkatan Kasus dan Penanganan Medis Gigitan Hewan Liar
Sepanjang awal tahun 2026, Dinkes Cianjur telah mendata 32 kasus gigitan hewan liar yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Cianjur. Meskipun jumlah kasus gigitan hewan liar cukup signifikan, Dinkes Cianjur memastikan bahwa seluruh kasus tersebut bukan merupakan rabies.
Untuk mengonfirmasi adanya rabies, Dinkes Cianjur memiliki prosedur penyelidikan khusus guna memastikan rabies atau bukan. Pihaknya didukung oleh 11 Rabies Center yang terdiri dari delapan Puskesmas di beberapa kecamatan dan tiga rumah sakit yang siap memberikan penanganan cepat dan tepat bagi korban gigitan hewan liar.
Ketersediaan vaksin anti-rabies juga menjadi prioritas utama. Dinkes Cianjur memastikan stok vaksin aman dengan total 232 vial tersedia, dengan rincian 180 vial di antaranya tersimpan di gudang farmasi dan 52 vial lainnya didistribusikan di 11 Rabies Center. Hal ini menjamin penanganan medis dapat dilakukan tanpa hambatan dan cepat.
Teror Monyet Liar di Cibeber Resahkan Warga
Kecamatan Cibeber menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak oleh serangan hewan liar, khususnya monyet. Warga Kampung Bobojong, Desa Cimanggu, telah diteror oleh seekor monyet liar selama beberapa hari terakhir. Monyet tersebut tidak hanya menyerang warga tetapi juga melukai seorang anak berusia 5 tahun yang sedang bermain di halaman rumah.
Kepala Desa Cimanggu, Rohmad Budiman, menjelaskan bahwa teror monyet liar ini sudah berlangsung sejak tiga pekan lalu dan berpindah-pindah antar kampung, menimbulkan keresahan dan kecemasan di kalangan warga. Monyet yang menyerang hanya satu ekor dengan ukuran tubuh cukup besar serta memiliki taring yang tajam dan panjang, sehingga membuat warga ketakutan saat beraktivitas di luar rumah.
Bahkan, monyet liar sempat menyerang sejumlah santri di pondok pesantren yang merasa trauma hingga saat ini dan tidak berani keluar lingkungan pondok setelah usai menjalani proses belajar mengajar. Kondisi ini menyoroti urgensi penanganan lebih lanjut terhadap keberadaan hewan liar yang mengancam keselamatan masyarakat.
Upaya Pencegahan dan Kewaspadaan Masyarakat
Menyikapi peningkatan kasus gigitan hewan liar di Cianjur, Dinkes Cianjur terus mengedukasi masyarakat tentang langkah-langkah pencegahan dan penanganan awal. Penting bagi warga untuk segera mencari pertolongan medis jika mengalami gigitan hewan, meskipun tidak ada indikasi rabies yang terkonfirmasi.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap keberadaan hewan liar di sekitar lingkungan tempat tinggal, terutama di area yang berpotensi menjadi habitat mereka. Koordinasi antara pemerintah desa dan dinas terkait juga terus ditingkatkan untuk memantau dan menindaklanjuti laporan warga mengenai hewan liar yang meresahkan.
Dengan ketersediaan fasilitas Rabies Center dan stok vaksin yang memadai, Dinkes Cianjur berkomitmen untuk memberikan perlindungan kesehatan bagi warganya. Upaya kolektif dari pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang aman dari ancaman gigitan hewan liar.
Sumber: AntaraNews