LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Dinkes cek kematian siswi SMP di Bantul usai 10 hari divaksin

Dinkes cek kematian siswi SMP di Bantul usai 10 hari divaksin. Dinkes tidak ingin buru-buru menyimpulkan penyebab kematian NP yang diduga akibat vaksin MR. Sebab, ada 10 siswa yang juga divaksin, tapi tidak mengalami apa-apa.

2017-09-12 02:32:00
Vaksin
Advertisement

Seorang siswi kelas 3 SMP di Bantul meninggal dunia 10 hari setelah disuntik vaksin Measles Rubella (MR). Perempuan berinisial NP (14) itu meninggal pada Jumat (8/9).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bantul, Pramudi Darmawan menyampaikan siswi NP mendapatkan suntikan vaksin MR pada Selasa (29/8). Suntikan vaksin yang merupakan program resmi dari pemerintah ini disuntikkan saat NP di sekolah. Pihak Dinkes tidak ingin buru-buru menyimpulkan penyebab kematian NP.

"Kami belum memastikan yang bersangkutan meninggal akibat suntik vaksin atau bukan. Sedang kita pelajari. NP disuntik pada 29 Agustus dan meninggal dunia 10 hari berselang" ujar Pramudi saat dihubungi, Senin (11/9).

Advertisement

Pramudi menjelaskan, NP sempat mendapatkan perawatan di beberapa rumah sakit paska mengeluh sakit usai disuntik vaksin MR. Meskipun demikian berbagai upaya yang dilakukan oleh tim medis gagal membuahkan hasil.

"Vaksin MR belum tentu menjadi penyebab NP meninggal. Vaksin MR yang disuntikkan telah dipastikan standar keamanannya. Per satu botol vaksin MR digunakan untuk menyuntik 10 anak. Yang meninggal ini satu. Kalau (vaksin) bermasalah, yang meninggal kan bisa 10 orang," urai Pramudi.

Saat ini, pihak Dinas Kesehatan masih akan melakukan koordinasi untuk menelaah penyebab kejadian itu. Apakah NP meninggal berhubungan dengan vaksin atau disebabkan penyakit lain.

Advertisement

"Data (pasien) sudah ada dan akan ditelaah. Sementara belum bisa memberi kesimpulan," ucap Pramudi.

Pihak keluarga NP saat didatangi Merdeka.com ke kediamannya enggan memberikan komentar. Ayah NP tak berkenan jika komentar keluarganya muncul di media.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.