Dinilai Membandel, Empat ODP di Banyumas Dikarantina Paksa
Empat orang dalam pemantauan (ODP) di Banyumas yang dikonfirmasi positif covid-19 berdasar rapid test, dievakuasi dan dikarantina paksa oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Banyumas.
Empat orang dalam pemantauan (ODP) di Banyumas yang dikonfirmasi positif covid-19 berdasar rapid test, dievakuasi dan dikarantina paksa oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Banyumas. Latar belakangnya, empat ODP tersebut diketahui melakukan aktivitas di luar rumah dan berinteraksi dengan warga.
Bupati Banyumas, Achmad Husein mengatakan evakuasi dan karantina paksa terhadap empat ODP positif covid-19 tersebut dilakukan pada Minggu (5/4). Mereka dianggap tidak patuh. Pasalnya, keempatnya tidak menjalani karantina mandiri.
Mereka didapati beberapa kali beraktivitas di luar rumah. Selain itu menjalin interaksi dengan orang lain. Sehingga berpotensi melakukan penularan pada orang lain.
"Kami lakukan ini dengan tujuan untuk melindungi masyarakat luas," kata Husein.
Husein memastikan, saat ini empat ODP tersebut menjalani karantina di tempat layak. Empat ODP ini memiliki riwayat kontak erat dengan pasien dalam perawatan (PDP) Positif warga Purwokerto Timur. PDP ini saat ini tengah menjalani perawatan di RS Tentara Wijayakusuma (DKT) Purwokerto.
"Mohon masyarakat memakluminya (karantina paksa)," kata Husein.
Melansir website resmi Pemkab Banyumas, covid19.banyumaskab.go.id, pada Senin (6/4) di Banyumas kini terdapat 1.501 ODP, terdiri dari 1.326 orang dalam pemantauan dan 175 selesai pemantauan.
Adapun jumlah PDP yakni 62 orang, dengan rincian 24 hasil lab negatif, 37 menunggu hasil lab, dan 1 orang meninggal dunia.
Untuk kasus positif Covid-19 mencapai enam orang. Rinciannya masing-masing, dua dirawat, dua orang sembuh, dan dua lainnya meninggal dunia.
Baca juga:
Prioritas Anggaran untuk Covid-19, Pembangunan Ibu Kota Baru Bisa Ditunda
Pemerintah: Tak Mudah Mendapat Alat Rapid Test Corona, Semua Negara Berebutan
Dampak Corona, Singapura Beri Bantuan Tunai Rp 9 Juta Bagi Warga di Atas 21 Tahun
Antisipasi Covid-19, Bank Indonesia Cetak Uang Baru Ganti Uang yang di Karantina
Doni Monardo Ibaratkan APD Seperti Peluru Kendali dalam Perang Melawan Corona
Kesiapan RSPJ Sebagai Rumah Sakit Khusus Covid-19