Dinas Sosial DKI akan bantu warga Jembatan Besi
Bantuan itu diberikan kepada warga yang menjadi korban kebakaran di Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora.
Dinas Sosial Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan terus memberi bantuan bagi warga yang menjadi korban kebakaran di Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora. Dinas sosial memberikan bantuan sesuai kebutuhan warga.
"Bentuk bantuannya yang utama makanan, perut tidak boleh kosong. Tapi inikan baru hari pertama," ujar Kepala Dinas Sosial Pemprov DKI Jakarta, Kian Kelana, saat dihubungi merdeka.com, Selasa (3/7) malam.
Selain makanan, dikatakan Kian, bantuan lain yang akan diberikan dinas sosial seperti baju sekolah, tenda, tikar serta baju dan pakaian dalam. Namun, pihaknya masih akan menunggu data laporan dari lurah setempat.
"Untuk lebih detailnya, nanti kami (dinas sosial) akan menunggu laporan dari lurah Jembatan Besi mengenai data dan apa saja yang dibutuhkan. Karena semua pengendalian dari lurah," kata dia.
Sebagai pemukiman padat penduduk, kawasan Tambora memang kerap terjadi kebakaran. Oleh sebab itu dirinya menyarankan, untuk tetap menjaga dan mengawasi listrik sebagai penyebab utama terjadinya kebakaran di masing-masing rumah. "Makanya, kalau sudah tidak perlu listriknya matikan," imbuhnya.
Sementara itu, ketika ditanyakan apakah ada strategi khusus yang akan dilakukan dinas sosial bagi mereka bermukim di kawasan padat penduduk, Kian mengatakan, bahwa dinas sosial tidak mungkin masuk ke wilayah pemukiman warga.
"Kalau soal pemukiman itu kaitannya dengan Dinas P2B (Penataan dan Pengawasan Bangunan), dan itukan bukan tanah liar. Tapi kalau tanah liar, misalnya terjadi kebakaran iya harus direlokasi. Namun kalau selama ini terjadi masih di daerah pemukiman warga," tegasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, kebakaran hebat melanda pemukiman padat penduduk di Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora. Akibatnya, 87 rumah ludes terbakar dan 200 kepala keluarga (KK) dari tiga RW terpaksa harus mengungsi.
"Total 87 rumah dari tiga RW dan 200 KK. Sumber api dari rumah Tono warga RT 4/9, diduga akibat korsleting listrik," terang Kapolsek Tambora Kompol Donni Eka Saputra, di lokasi kejadian.
Selain itu, Camat Tambora Isnawa Adji menyebutkan, di wilayahnya memang menjadi langganan kebakaran. Namun dalam tahun ini, kebakaran yang terjadi Selasa (3/7) pagi, adalah kebakaran yang paling besar di tahun 2012.
"Saat ini warga korban kebakaran ditampung di SD 01-04, Jembatan Besi," sahut Isnawa.(mdk/has)