LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Din Syamsuddin: Konflik di Myanmar jangan dibawa masuk ke Tanah Air

Mantan Ketua PP Muhammadiyah ini mendesak agar negara-negara Islam yang yang masuk dalam OKI untuk menggelar sidang darurat, sehingga bisa memberikan tekan lebih lagi kepada Myanmar. Lanjutnya pemerintah Myanmar seperti tutup mata dengan apa yang terjadi kepada warga negara.

2017-09-02 20:31:00
Myanmar
Advertisement

Tragedi penyiksaan yang dialami etnis Rohingya di Maungdaw Rakhine State Myanmar menuai kecaman dari berbagai negara termasuk Indonesia. Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin menilai peristiwa di Rohingya merupakan kejahatan kemanusiaan yang luar biasa.

Dia mengkhawatirkan jika persoalan ini tidak cepat dicarikan solusinya, akan muncul kelompok radikal di kalangan umat Islam. Untuk itu diharapkan konflik di Myanmar tidak mempengaruhi kehidupan umat beragama di Indonesia. Terlebih umat Islam dengan umat Buddha.

"Walau ini berdimensi etnik dan ada keagamaan, janganlah konflik di Myanmar ini kita bawa masuk ke Tanah Air, khususnya antarumat beragama, khususnya lagi umat Islam dan Buddha," katanya usai menghadiri akad nikah anak Kepala BIN Budi Gunawan dan anak Kepala BNN Budi Waseso di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Sabtu (2/9).

Mantan Ketua PP Muhammadiyah ini mendesak agar negara-negara Islam yang yang masuk dalam OKI untuk menggelar sidang darurat, sehingga bisa memberikan tekan lebih lagi kepada Myanmar. Lanjutnya pemerintah Myanmar seperti tutup mata dengan apa yang terjadi kepada warga negara.

"Kita bersama-sama mendesak dan mencari solusi, dan saya rasa ini harus menjadi urusan pemerintah. Dan pemerintah Indonesia perlu mengintensifkan harus ada sidang darurat OKI sehingga bisa memberikan tekan lebih lagi," katanya.

"(Terlebih) Pihak Myanmar-nya yang terlalu berkepala batu, mereka seperti tidak mengetahui yang terjadi di dunia. Jadi sangat-sangat tertutup, sangat-sangat berkeras kepala. Harus ada langkah-langkah segera saya berpendapat pertama harus ada intervensi-intervensi international apa PBB, ASEAN termasuk OKI," pungkasnya.

Baca juga:
Mendesak Myanmar hentikan penindasan Muslim Rohingya
SBY berharap Myanmar serius selesaikan masalah Rohingya
Aung San Suu Kyi dinilai tak layak terima Nobel Perdamaian
Polsek Menteng larang pendemo tempel poster di wilayah negara Myanmar
Mantan Menperin kecam pembantaian Rohingya yang dinilai sangat kejam
Protes pembantaian Rohingya, pemerintah diminta tarik dubes di Myanmar

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.