Dikunci dari luar, Elang dan ibunya berharap bantuan tetangga
Sementara ayah Elang malah kabur bersama pembantunya. Ayah Elang enggan merawat istri dan anaknya.
Kepala Sekolah SD Yasporbi III tempat Elang belajar, Sukamto mengatakan, saat pertama kali melihat kondisi anak didiknya dan Ibu Elang sangat mengenaskan. Menurutnya, Elang dan Ibunya terkunci dari luar dengan mengharapkan bantuan para tetangga untuk kebutuhan sehari-hari.
"Waktu saya sama guru ke sana saja minta kunci rumahnya sama tetangganya," kata Kamto saat ditemui merdeka.com di kantornya, Jalan AUP Komplek Perumahan Bank Indonesia, Pasar Minggu Jakarta Selatan, Senin (13/10).
Kamto sempet terkejut mengetahui hal itu, sebab bagaimana mungkin seorang anak kecil dengan kondisi orang tua yang sedang sakit tetapi malah dikunci dari luar. Untuk itu, dia menanyakan hal itu kepada tetangga.
"Kalau kata tetangganya yang dipercaya megang kunci rumah emang itu permintaan Ibunya. Soalnya Elang enggak bisa ngunci pintu sendiri," katanya.
Lantas Kamto pun bertanya mengenai kebutuhan keluarga kecil itu jika membutuhkan pertolongan. Kata tetangga itu kepadanya, jika sedang memerlukan Elang akan memanggil dari dalam rumah. "Kan jendelanya juga sengaja enggak dikunci pak," terang Kamto.
Rumah Elang berada di Jalan Rambutan Nomor 17, dekat Masjid Palapa, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, terlihat tertutup.
Sementara ayah Elang malah kabur bersama pembantunya. Ayah Elang enggan merawat istri dan anaknya.(mdk/has)