LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Dikritik redaksi Tempo, Wahyu Muryadi mundur dari Forum Pemred

Wahyu siap mempertanggungjawabkan anggaran selama berlangsungnya pertemuan Forum Pemred di Bali.

2013-06-18 23:40:22
Forum Pemred
Advertisement

Pemimpin Redaksi majalah Tempo, Wahyu Muryadi akhirnya menyatakan mundur dari posisinya sebagai Ketua Forum Pemred. Pengunduran dirinya itu mulai berlaku Selasa (18/6) malam, dia tak lagi menjadi anggota dari organisasi yang menggelar pertemuan di Bali beberapa waktu lalu.

"Saya mengambil keputusan mundur dan keluar dari Forum Pemred setelah menerima masukan, saran, dan kritik dari berbagai kalangan, terutama dari internal Tempo," ujar Wahyu seperti yang dirilis tempo.co, Selasa (18/6).

Wahyu mengaku sudah mengirimkan surat kepada penasihat Forum Pemred yang diketuai Pemimpin Redaksi tvOne, Karni Ilyas. Meski sudah mundur, dia akan mempertanggungjawabkan seluruh administrasi dan anggaran yang dikeluarkan selama digelarnya pertemuan Pemred di Bali pada 13-14 Juni lalu.

"Malam ini saya bertemu dengan teman-teman di Forum Pemred untuk menjelaskan langkah saya," kata Wahyu.

Tak hanya mengumumkan soal pengunduran dirinya sebagai Ketua Forum Pemred, Wahyu juga mengklarifikasi sejumlah kegiatan sepanjang berlangsungnya acara di Bali. Salah satunya jamuan makan malam di Hotel The Stone milik pengusaha Oesman Sapta Odang yang meluncurkan tabloid Suara Pemred dan Menit.Tv.

Dia menegaskan, kedua media yang diluncurkan Oesman Sapta bukan bagian dari Forum Pemred. Acara peluncuran tabloid dan televisi ini di luar agenda pertemuan puncak. "Itu inisiatif Oesman Sapta," katanya.

Selain acara di The Stone, para pemimpin redaksi dijamu pengusaha Tomy Winata di hotel miliknya, Kartika Plaza. "Di acara Tomy saya tak hadir." Pertemuan ditutup dengan pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Pertemuan Bali menjadi bisik-bisik di kantor Tempo dan ramai digunjingkan di media sosial, karena acaranya diduga menyalahi etika profesi wartawan dengan menampung sponsor dari banyak perusahaan hingga Rp 4,2 miliar.

Dalam pertemuan itu, Wahyu berniat menyebarkan sikap independen, antisuap, dan idealisme kepada para pemimpin redaksi ketika menginisiasi berdirinya Forum Pemred pada 12 Juli 2012 lalu. Dalam sesi tanya-jawab, semua wartawan Tempo tak ada yang menyangsikan niat baik Wahyu, tapi mereka menganggap kegiatan Forum Pemred bisa tergelincir melanggar kode etik.

"Saya sedih memikirkan perbuatan saya yang dianggap salah, karena itu saya siap diperiksa Dewan Etik," kata Wahyu.(mdk/tyo)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.