Dikira culik anak, nenek pengemis di Solo nyaris dihajar massa
"Saya bukan penculik, tapi memperingatkan anak sekolah agar mengganti seragam sekolahnya yang basah, kata Wiji.
Seorang nenek yang berprofesi sebagai pengemis di Solo, nyaris dihajar massa, Selasa (26/7). Beruntung nenek bernama Wiji Lestari (61), warga Polokarto, Sukoharjo tersebut berhasil diamankan di Mapolsek Serengan, Solo.
Wanita tersebut sempat dicurigai sebagai pelaku penculikan anak, karena gerak-geriknya yang mencurigakan. Warga Kelurahan Danukusuman memang sempat digegerkan dengan aksi penculikan anak. Namun setelah ditelusuri, wanita tua tersebut berprofesi sebagai pengemis.
Kanit Reskrim Polsek Serengan, AKP Suyono mengatakan, wanita tersebut sebelumnya berteduh saat turun hujan. Disaat bersamaan ada seorang anak kecil yang juga berteduh. Setelah melihat pengemis tersebut malah ketakutan dan berlari pulang dan melaporkan kepada orang tuanya.
"Orang tuanya terus lapor ke Ketua RW dan kemudian wanita tersebut dipanggil ketua RW, Danuri. Saat itulah massa berdatangan ke rumah Ketua RW.," jelas Suyono.
Wiji pun dimasukkan ke rumah ketua RW untuk diperiksa. Namun saat ditanyakan identitas, ia mengatakan tak membawa KTP dan mengaku bernama Muji Rahayu. Tak lama kemudian petugas kepolisian dan lurah juga melakukan pemeriksaan.
"Saat diperiksa lagi ia tetap berbelit," katanya.
Untuk menghindari amukan massa yang sudah berang, Wiji akhirnya dibawa ke Mapolsek Serengan untuk pemeriksaan selanjutnya.
Kepada polisi, kata Suyono, Wiji mengaku bekerja sebagai buruh tani. Ia juga mengaku baru 2 kali mengemis.
"Saya bukan penculik, tapi memperingatkan anak sekolah agar mengganti seragam sekolahnya yang basah, kata Wiji.
Setelah diperiksa, sejumlah keluarga Wiji datang ke Mapolres untuk meminta saudaranya dibebaskan. Negosiasi dan mediasi dilakukan antara polisi, ketua RW dan keluarga. Pada akhirnya Wiji dibebaskan.(mdk/sho)