LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Dikejar pemburu, celeng ngamuk & serang pasutri hingga luka parah

Kompol Uba menyebutkan, sekelompok pemburu babi hutan tersebut berasal dari Jakarta. Mereka adalah pemburu liar.

2015-08-03 18:51:12
Hewan Liar
Advertisement

Pepen (50) dan Nenah (47) dua warga Desa Wangunjaya, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor terpaksa harus menjalani perawatan intensif di RSUD Kota Bogor, setelah diserang sejumlah celeng atau babi hutan yang masuk ke perkampungan. Celeng-celeng itu masuk ke perkampungan karena diburu pemburu dari Jakarta.

Kapolsek Leuwiliang, Kompol Uba Subandi mengatakan, babi hutan yang menyerang pasangan suami istri tersebut tengah menghindar dari kepungan sekelompok pemburu babi. Babi yang lari ke arah perkampungan, kemudian menyerang Pepen dan Nemah karena merasa terancam.

"Jadi babi itu masuk ke perkampungan karena menghindar dari pemburu. Ada yang berburu babi hutan, tapi berburunya menggunakan anjing. Sehingga babi itu masuk ke perkampungan, dan menyerang korban," kata Kompol Uba saat dikonfirmasi, Senin (3/8)

Kompol Uba menyebutkan, sekelompok pemburu babi hutan tersebut berasal dari Jakarta. Namun hingga saat ini, pihaknya belum memiliki data nama terkait siapa orang yang ada dalam kelompok pemburu babi hutan itu.

"Pemburunya bukan dari kampung sini, itu datang dari Jakarta. Mereka tidak punya izin berburu itu," katanya.

Akibat kejadian tersebut, setidaknya ada 9 luka gigitan yang dialami Pepen akibat serangan babi hutan tersebut. Luka terparah, terdapat di bagian kepala dan dadanya. Luka lainnya, terdapat di kaki, betis, paha, dada kiri, bawah ketiak kanan dan kepala Pepen bagian belakang. Sementara Nenah, dirawat di ruangan berbeda dengan Suaminya. Dia dirawat intensif di ruang Dahlia RSUD Kota Bogor dengan luka di tangannya. Urat nadi Nenah nyaris putus karena gigitan babi hutan.

Adong, kerabat korban sempat menceritakan bagaimana Pepen diserang babi hutan yang tiba-tiba datang dan mengamuk tersebut. Saat itu, kata Adong, korban Pepen sebenarnya tengah berada di pinggir sungai untuk buang hajat. "Pas nanjak dari sungai, tiba-tiba di atas sudah ada babi. Terus langsung nyerang," kata Adong.

"Babi itu lari dari arah hutan," tambahnya. Babi yang datang tiba-tiba tersebut, langsung menyerang Pepen secara bertubi-tubi. "Pertama kakinya diserang, digigit, terus ditarik sampe Pepen jatuh. Pas Pepen jatuh, digigit ladi, ditarik lagi. Itu mah Kang Pepen digulung aja sama babi," terang Adong saat ditemui di RSUD Kota Bogor, Senin (3/8).

Warga yang mengetahui kejadian, langsung mendatangi lokasi dan mengusir dan mengejar babi hutan yang menyerang Pepen dan istrinya. Warga yang geram dan dianggap membahayakan kemudian membunuh babi tersebut. "Korban sempat dibawa warga ke RSUD leuwiliang, tapi kemudian dirujuk kembali ke RS Karya Bhakti (RSUD Kota Bogor)," katanya.

Sementara itu, Kepala Humas RSUD Kota Bogor, Okto mengatakan, pasutri korban serangan babi hutan hingga saat ini masih dalam penanganan intensif di RSUD Kota Bogor. "Korban masih dalam penanganan, masih di ruang observasi. Masih menunggu pemulihan karena baru selesai dioperasi semalam," katanya saat dikonfirmasi wartawan.

Terkait kejadian ini, Polsek Leuwiliang masih melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi. "Karena serangan babi ini ada sebab akibatnya, seluruh biaya pengobatan kedua korban ditanggung para pemburu babi itu," kata Uba Subandi.(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.