Dikawal TNI, 33 warga Sri Lanka dievakuasi ke Rudenim Belawan
Dikawal TNI, 33 warga Sri Lanka dievakuasi ke Rudenim Belawan. Mereka ditampung sementara di sana sebelum diberangkatkan ke negara tujuannya. Seluruh imigran gelap itu sudah didata kembali. Mereka juga telah diperiksa dan dinyatakan dalam keadaan sehat.
Sebanyak 33 warga negara (WN) Sri Lanka yang diselamatkan dari lautan sekitar Nias Utara, Sumut, akhirnya dipindahkan dari Kantor Imigrasi Sibolga ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Belawan, Medan. Mereka ditampung sementara di sana sebelum diberangkatkan ke negara tujuannya.
"Ke-33 imigran gelap pencari suaka itu diberangkatkan dari Sibolga menuju Belawan, Medan, menumpang bus dengan pengawalan ketat dari TNI/Polri dan petugas Imigrasi Kemenkuham Sumut. Mereka tiba di Rudemin Belawan, Minggu (13/8) sekitar pukul 05.30 WIB," ungkap Josua Ginting, Humas Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara (Kemenkuham Sumut), Senin (14/8).
Seluruh imigran gelap itu sudah didata kembali. Mereka juga telah diperiksa dan dinyatakan dalam keadaan sehat.
Divisi Imigrasi Kemenkuham Sumut masih melakukan koordinasi dengan International Organization for Migration (IOM) untuk membahas tindak lanjut dan penanganan para pencari suaka itu.
Seperti diberitakan, 33 WN Sri Lanhka diselamatkan nelayan bersama TNI dan Polri setelah ditemukan terombang-ambing di Samudera Hindia. Para pencari suaka ini dievakuasi ke Pantai Tureloto, Lahewa, Nias Utara, Sumatera Utara (Sumut), Rabu (9/8).
Ke-33 WN Srilanka itu terombang-ambing di lautan karena kapal yang ditumpangi rusak. Mereka rencananya menuju Australia dan Selandia Baru untuk mencari suaka. Mereka pergi dari negaranya karena tengah terjadi perang saudara.
Mereka berangkat dari Sri Lanka pada 3 Juli 2017. Minggu (6/8), mesin kapal yang mereka tumpangi rusak. Mereka pun terombang-ambing di lautan hingga akhirnya ditemukan dan dievakuasi ke Nias Utara.
(mdk/noe)