Dikabarkan direshuffle, ini penjelasan Jaksa Agung dipanggil Jokowi
Prasetyo menjelaskan ada beberapa hal yang disampaikan ke Jokowi saat bertemu di Istana.
Jaksa Agung M Prasetyo mendadak dipanggil Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara pada Senin (19/10) kemarin. Dikabarkan, Prasetyo dipanggil Jokowi untuk membicarakan rotasi jabatan di internal Kejaksaan Agung (Kejagung). Selain itu, santer kabar, kader Partai NasDem itu bakal dicopot dari jabatannya.
Dikonfirmasi hal itu, Prasetyo membantah jika pertemuannya membahas persoalan yang besar. Dia berdalih kedatangannya hanya bentuk rutinitas pertemuan antara pimpinan lembaga dengan presiden.
"Rutin antara presiden dan wapres, saya rasa bukan hanya Jaksa Agung dan bukan hanya kali ini," kata Prasetyo saat dikonfirmasi, Jakarta, Selasa (20/10).
Pada pertemuan itu, Prasetyo menjelaskan ada beberapa hal yang disampaikan ke Jokowi. Di antaranya, penanganan kasus tindak pidana korupsi yang belum dirampungkan oleh pihak Kejagung.
"Laporkan itu, banyak sekali hambatannya, tiap yang ditentukan tersangka bahkan saat mengajukan penggeledahan dijadikan praperadilan," terangnya.
Selain itu, Prasetyo juga melaporkan perihal pembentukan Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Kejaksaan Agung (TP4). TP4 dibentuk untuk mengawal dan mengamankan pembangunan oleh Kementerian dan Kepala Daerah.
"Menghadapi banyak kendala tidak bisa tergesa-gesa dan di Pusat tim sudah bergerak sudah berkoordinasi dengan instansi, menteri pertanian, PU, ESDM dan PLN," tandasnya.
Baca juga:
Diisukan bakal jadi Jaksa Agung, ini kata politikus PAN Mulfachri
Didukung jadi Jaksa Agung, Politikus PAN ini malah bela Prasetyo
Komisi III setuju Jaksa Agung Prasetyo dicopot, gantinya Mulfachri
JK yakin Jaksa Agung tidak terlibat kasus yang menyeret Rio Capella
Sinyal kuat Jaksa Agung HM Prasetyo kena reshuffle jilid II
JK sebut pertemuan dengan Jaksa Agung tak bahas reshuffle jilid II