LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Dihantam tongkang batubara, konstruksi Jembatan Mahakam dihitung ulang

Sementara ini, jembatan masih bisa dilalui kendaraan, sebatas motor dan mobil. Untuk kendaraan besar, menurut Dika, masih harus melalui Jembatan Mahakam Ulu.

2018-05-02 02:35:00
Kecelakaan
Advertisement

Tim Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengkaji ulang kekuatan konstruksi Jembatan Mahakam di Samarinda, usai ditabrak tongkang bermuatan 8.000 matriks ton batubara, Minggu (29/4) lalu. Sementara ini, jembatan masih bisa dilalui kendaraan, sebatas motor dan mobil.

"Sampai hari ini, masih normal ya, tidak ada penutupan keluar masuk jembatan bagi kendaraan khusus motor dan mobil," kata Wakasat Lantas Polresta Samarinda AKP Dika Yosep Anggara, kepada merdeka.com, Selasa (1/5).

Untuk kendaraan besar, menurut Dika, masih harus melalui Jembatan Mahakam Ulu. "Belum ada larangan tertulis dari dinas terkait. Kalau dilarang, kita sudah tutup dari kemarin. Kalau memang berisiko bagi jembatan, kita lakukan penutupan jalan lewat jembatan," ujar Dika.

Advertisement

Sementara, tim teknis Kementerian PUPR, kini berada di Samarinda, untuk melakukan kajian ulang kekuatan konstruksi, usai fender dan tiang beton ditabrak tongkang muatan batubara.

"Kami tunggu tim itu, yang tahu persis terhadap kajian ulang pascatabrakan kemarin. Soal perencanaan, perawatan, peningkatan maupun perbaikan, itu di kementerian PUPR," kata Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kalimantan Timur, Joko Setiono.

Joko menyebut dia sudah berkoodinasi dengan banyak pihak, diantaranya KSOP Samarinda. "KSOP secara selektif untuk melakukan peningkatan pemanduan ponton batubara yang melintas di kolong jembatan," ujar Joko.

Advertisement

Selain itu, Joko juga memastikan telah mengupayakan kepada kementerian PUPR, agar bisa melakukan pengerjaan fender atau pelindung jembatan. "Kami juga usahakan ke Balai Jalan Nasional XII, agar pada perubahan 2018 melalui APBN untuk segera dilakukan pengerjaan fender," terangnya.

"Jadi melihat konstruksi (jembatan) itu apakah masih layak atau tidak, belum bisa berandai-andai dulu karena ada hitung-hitungannya," demikian Joko.

Diketahui, insiden tongkang batubara menabrak konstruksi jembatan Mahakam di sungai Mahakam Samarinda, Kalimantan Timur, kembali terjadi, Minggu (29/4). Tongkang Bahari Perdana 018 bermuatan 8.000 matriks ton yang ditarik tugboat Bahari Perdana XVIII, menabrak fender dan tiang jembatan. Diduga akibat hantaman angin kencang di perairan sungai.

Baca juga:
Tongkang hantam tiang jembatan Mahakam di Samarinda
Melihat lebih dekat kapal Rainbow Warrior milik Greenpeace
Menelusuri canggihnya kapal perang Inggris HMS Albion
Keceriaan anak panti asuhan kunjungi kapal perang Inggris HMS Albion
Ini kapal perang Inggris yang bersandar di Tanjung Priok

(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.