Dihantam puting beliung, 9 rumah dan 1 rumah di Kutorejo rusak
Dihantam puting beliung, 9 rumah dan 1 rumah di Kutorejo rusak. Hujan disertai angin kencang, menerjang wilayah Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Senin sore (6/3). Akibatnya banyak pohon tumbang menimpa 9 rumah dan satu mobil pikap di 3 Dusun, Desa Kutorejo, rusak parah. Untungnya tidak ada korban jiwa.
Hujan disertai angin kencang, menerjang wilayah Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Senin sore (6/3). Akibatnya banyak pohon tumbang menimpa 9 rumah dan satu mobil pikap di 3 Dusun, Desa Kutorejo, rusak parah. Untungnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Di Dusun Kutorejo, rumah milik Aspuah, tertimpa pohon berdiameter 75 sentimeter dan merusak bagian atap. Rumah milik Yusuf (70) atap galvalum lepas dari tembok. Dapur rumah milik Kabah, rusak bagian atap serta sebuah mobil pikap tertimpa pohon besar, rusak di bagian depan.
Sementara di Tanbak Tugu, ada 3 rumah dan gudang selep padi rusak bagian atapnya. Yakni rumah milik Lukito Basuki (58), rumah milik Arukat (60), rumah milik Sohib (63), rumah milik Arifudin (43), serta gudang selep milik Rahmad (66), jebol bagian temboknya.
Kemudian di Dusun Keputran, rumah milik Irfan, rusak dan 2 pohon di halaman SDN Kutorejo, roboh mengenai pos jaga di sebelah pintu gerbang.
Menurut Sutatik, angin puting beliung terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Saat hujan tiba-tiba terdengar petir dan angin kencang.
"Setelah terdengar petir, angin langsung kencang dan merobohkan pohon-pohon besar," katanya.
Angin kencang yang menerjang 3 Dusun di Desa Kutorejo kali ini, paling parah dibanding sebelumnya selama musim penghujan ini.
"Ini yang paling besar mas, biasanya tidak sekencang ini anginnya. Saat angin kencang, warga tidak berani keluar rumah," tambahnya.
Sementara menurut Jamil (38), warga yang lain, angin berputar putar, langsung menerjang rumah dan pepohonan yang dilintasi.
"Angin berputar putar, rumah yang dilewati atapnya langsung ambrol. Termasuk pohon pohon besar yang diterjang langsung roboh," katanya.
Setelah angin reda, warga langsung melakukan permbersihan reruntuhan bangunan rumah dan membersihkan pepohonan yang tumbang. Dalam melakukan pembersihan, warga dibantu para relawan dari PMI Kabupaten Mojokerto, Tagana, dan LPBI Nahdlatul Ulama Kabupaten Mojokerto.(mdk/rnd)