LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Dihantam gelombang, kapal bawa 10 ton tuna tenggelam di perairan Cilacap

Dihantam gelombang tinggi, kapal motor (KM) Eka Sari jenis long line penangkap ikan tuna berbobot sekitar 30 gross ton (GT) tenggelam di perairan selatan Cilacap, Rabu (25/7), sekira pukul 03.00 WIB. Sepuluh ABK KM Eka Sari tenggelam. Beruntung seluruhnya selamat setelah ditolong nelayan setempat.

2018-07-25 22:00:00
Kapal Tenggelam
Advertisement

Dihantam gelombang tinggi, kapal motor (KM) Eka Sari jenis long line penangkap ikan tuna berbobot sekitar 30 gross ton (GT) tenggelam di perairan selatan Cilacap, Rabu (25/7), sekira pukul 03.00 WIB. Sepuluh ABK KM Eka Sari tenggelam. Beruntung seluruhnya selamat setelah ditolong nelayan setempat.

Sekretaris Himpunan Seluruh Nelayan Indonesia (HNSI) Cilacap, Teuku Iskandar Muda menjelaskan kronologi kejadian KM Eka Sari hendak masuk ke area kolam besar Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC). Namun secara bersamaan di pintu masuk pelabuhan, ada juga kapal yang hendak keluar.

KM Eka Sari lalu berusaha menghindari tabrakan dengan menyilangkan posisi kapal. Namun, secara bersamaan, ada gelombang tinggi yang menerjang. Akibatnya, kapal tenggelam.

Advertisement

"Kejadian tadi pagi. Ada 10 ABK. Alhamdulillah selamat semua. Tadi menurut informasi dari ABK, kejadiannya sekitar jam 3 atau jam 4 pagi," jelas Teuku Iskandar Muda.

Usai tenggelam, kapal terseret arus hingga ke perairan Tegalkamulyan, Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap. Saat ini kapal terdampar di area pantai. Rencananya, kapal akan dievakuasi siang ini.

Kapal penangkap tuna dan cakalang ini telah berada di laut lepas sekitar satu bulan. Diperkirakan kapal ini membawa sekitar 10 ton ikan tuna dan cakalang hasil tangkapan.

Advertisement

Gelombang tinggi telah terjadi di perairan selatan Jawa Tengah sejak pertengahan pekan lalu. BMKG Stasiun Metereologi Cilacap memprakirakan pada Rabu (25/7), khususnya di perairan selatan Jawa Tengah, ketinggian gelombang bisa mencapai 6-9 meter. Tingginya gelombang berbahaya bagi semua jenis kapal dan aktivitas kelautan.

"Kami mengimbau kepada semua aktivitas pengguna jasa kelautan untuk waspada. Bila perlu menghentikan seluruh aktivitasnya, mengingat gelombang berpotesi sangat tinggi dan bisa mengancam keselamatan," kata Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi Cilacap, Teguh Wardoyo dalam siaran persnya.

Teguh menjelaskan, dari pantauan satelit cuaca dan gradien angin permukaan, pada skala regional terdapat pusat tekanan tinggi di Samudera Hindia sebelah barat Australia, dan di Samudera Pasifik sebelah timur Australia.

Adanya badai tropis Wukong di samudera pasifik tenggara Jepang. Interaksi kondisi tersebut berakibat pada peningkatan kecepatan angin dan ketinggian gelombang.

"Gelombang selama bulan Juli dan Agustus 2018, diprakirakan akan terus berfluktuasi. Karena Juli dan Agustus merupakan puncak angin timuran, sekaligus juga puncak terjadi gelombang tinggi," kata Teguh.

Dampak gelombang tinggi di Cilacap, ombak bahkan menerpa tanggul penahan gelombang di pesisir selatan Cilacap. HNSI Cilacap telah menganjurkan agar nelayan tak melaut hingga kondisi gelombang perairan selatan dan Samudera Hindia normal.

Baca juga:
Kapal cepat Pemkab Raja Ampat terbakar, 2 orang luka
Tabrakan kapal di Konawe, KPLP teruskan pencarian satu awak kapal yang hilang
Insiden perahu nelayan terbalik di Pantai Puger, sudah 7 jasad penumpang ditemukan
Pencarian korban perahu nelayan terbalik di Pantai Puger terkendala cuaca buruk
Kapal berpenumpang mahasiswa dan dosen IPB tenggelam di Perairan Binuangen Banten
Perahu nelayan terbalik di Pantai Puger, 5 orang dikabarkan meninggal

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.