LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Diguyur hujan satu jam, ruas jalan di Palembang dikepung banjir

Banjir terparah berada di kawasan perkampungan dan Pasar Sekip, Bukit Besar, Kemang Manis, dan Rambutan. Kawasan ini kerap dilanda banjir apalagi dengan intensitas hujan cukup deras.

2017-10-09 19:20:39
Banjir
Advertisement

Sejumlah kawasan dan ruas jalan di Palembang dikepung banjir setelah hujan mengguyur selama satu jam. Alhasil, jalanan macet parah karena banyak kendaraan terjebak genangan.

Pantauan merdeka.com, Senin (9/10), banjir menutupi sepanjang Jalan Kapten A Rivai atau seputaran perkantoran pemerintahan dan perbankan. Air juga menggenangi Jalan Ade Irma Nasution, Jalan Kapten Anwar Sastro, kawasan Lambang Iwak atau di dekat rumah dinas Wali Kota Palembang.

Banjir juga menggenangi area flyover Simpang Polda tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Veteran, Jalan Basuki Rahmat, dan Jalan Kolonel H Barlian. Ketinggian genangan air rata-rata hampir setengah meter.

Advertisement

Genangan air membuat banyak kendaraan roda dua macet karena terjebak. Bahkan, sejumlah pemotor terjatuh lantaran terperosok ke selokan dan jalanan berlobang.

Banjir terparah berada di kawasan perkampungan dan Pasar Sekip, Bukit Besar, Kemang Manis, dan Rambutan. Kawasan ini kerap dilanda banjir apalagi dengan intensitas hujan cukup deras.

Advertisement

Menurut warga, banjir kali ini terbilang parah sejak beberapa bulan terakhir. Kondisi ini disinyalir terus terjadi seiring datangnya musim hujan.

"Baru hujan sebentar habis kemarau sudah banjir, bagaimana musim hujan nanti, pasti lebih parah lagi," ungkap Dwi (30), salah seorang pemotor.

Dia berharap, pemerintah setempat segera mengambil langkah untuk mengantisipasi kejadian serupa. "Percuma gotong royong tiap minggu di sungai-sungai, tapi selokan mampet, sampah di mana-mana. Pemerintah harus punya solusi, bukan asal kerja saja, karena ini sudah musiman, bukan sekali dua kali," kata dia.

Hal senada diungkapkan Reza (24), warga Bukit Besar Palembang. Menurut dia, banjir disebabkan karena tidak adanya tempat pembuangan atau penampungan air ketika hujan. Keadaan diperparah dengan semakin menjamurnya rumah-rumah penduduk di areal rawa tanpa adanya kebijakan dari pemerintah.

"Mestinya dipetakan daerah-daerah rawan banjir, harus ada solusi. Sampai kapan kami banjir di Palembang berakhir," kata Reza.

Baca juga:
Aher pastikan semua korban banjir dan longsor di Pangandaran tertangani
Banjir hancurkan sejumlah pura dan Pelabuhan Gunaksa Klungkung
Cerita suasana mencekam sebelum banjir terjang Kalijeruk Cilacap
Banjir Kalijeruk berpotensi meluas, BPBD Cilacap kesulitan atur pengungsi
234 Pemukiman di Desa Kalijeruk Cilacap terendam banjir
Ada 17 titik banjir dan longsor di beberapa kecamatan Pangandaran
Intensitas hujan tinggi, tiga kecamatan di Cilacap banjir

(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.