LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Diduga malpraktik, dokter di RS Persahabatan dipolisikan

Dokter BHS, diduga salah melakukan tindakan medis atas seorang pasien bernama Ana Marlina (38).

2013-04-23 10:05:24
Malapraktik
Advertisement

Pandapotan Manurung (41) melaporkan dokter BHS, yang sehari-hari bekerja di RS Persahabatan ke polisi, atas dugaan kasus malpraktik yang dilakukannya. Akibat malpraktik yang dilakukan BHS, Pandapotan harus kehilangan istrinya, Ana Marlina (38) setelah menjalani perawatan penyakit tiroid di rumah sakit itu. Pelaporan dia lakukan pada Senin (22/4) kemarin.

Pandapotan menceritakan kisah pilu yang menimpa dirinya. Kejadian bermula saat istrinya menjalani perawatan di RS Persahabatan pada 10 Maret 2013 silam.

"Dokter mengatakan yang dialami istri saya adalah tiroid dan harus diangkat melalui operasi. Apa resikonya saya tanya sama dokter, pertama katanya kalau tidak dioperasi akan rentan dan tubuh akan lemah, kedua kalau dikaruniai anak akan melahirkan anak yang cebol," kata Pandapotan, saat dihubungi, Selasa (23/4).

Alhasil, pada 11 Maret 2013 dokter pun melakukan operasi. Namun Pandapotan sendiri diberi tahu pihak Rumah Sakit hanya melalui SMS.

"Sekitar 11.30 WIB, dokter memberikan botol obat isinya daging dan cairan. Itu asumsi saya tiroid dan daging diangkat," tutur Pandapotan.

Anehnya, setelah menjalani operasi, istri Pandapotan malah merasakan sakit yang teramat di bagian lehernya. "Sore harinya istri saya sadar, dan dia bisa bicara bersuara serak dan pelan, tidak lama kemudian mengalami kesakitan di leher," ujarnya.

Keesokan harinya, Pandapotan mendapati bahwa terjadi pembekakan di bagian leher sang istri. "Erangan semakin luar biasa, ada bengkak dari leher sampai tulang pipi di bawah mata. Saya minta suster buat panggil dokter karena sepertinya terjadi infeksi di leher istri saya. Tapi suster nggak bisa panggil dokter dengan alasan yang tidak jelas," katanya lirih.

Rabu (13/4/2013) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, Pandapotan mengatakan sang istri sudah tak tahan dan meminta pindah dari rumah sakit tersebut. Namun perawat yang ditemuinya tidak mengizinkan. Perawat memintanya menunggu dokter BHS, yang sebelumnya menangani sang istri.

"Rabu pagi jam 7 datang, dan dokter menjelaskan rasa sakit dan bengkak di pipinya karena bekuan darah yang menyumbat saluran teroid, dan harus dilakukan operasi kembali," kata Pandapotan.

Operasi kedua pun dilakukan pihak rumah sakit terhadap istrinya di hari yang sama. Sekitar pukul 14.00 WIB, dokter BHS memanggilnya dan menjelaskan kelenjar tiroid yang dialami sang istri menjadi kanker ganas melekat dan melilit saluran makanan dan pernapasan.

"Pada saat dilakukan pengangkatan yang disebut kanker ganas itu, dokter bilang saluran makanan jadi tipis, pada saat dikasih makan, saluran makannya putus. Tapi di ruang perawatan diubah lagi dibilang sobek," ujarnya.

Menurut dokter, akibat kejadian itu saluran makanan perlu disambung dengan bantuan alat. Tetapi pihak rumah sakit mengatakan tidak memiliki alat yang dimaksud. Sang istri kemudian menjalani perawatan di ICU sampai kemudian dikembalikan di ruang rawat inap.

Sampai pada Sabtu (23/3/2013) pagi, saat dirinya diminta menebus obat, dia melihat kondisi istrinya sudah mendapati perawatan darurat.

"Saya lihat istri lagi ditekan-tekan dadanya saya cuma histeris dan berdoa. Dokter di ICU kemudian bilang istri saya tidak tertolong," katanya.

Pandapotan pun menduga dokter BHS telah melakukan malpraktik sehingga menyebabkan istrinya meninggal.

Keluarga kemudian melaporkan dugaan malpraktik tersebut ke Polda Metro Jaya Senin (22/4/2013) dengan nomor laporan LP/1316/IV/2013/Dit Reskrimum.

Saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto membenarkan pelaporan tersebut.

"Iya benar, pelapor Pandapotan Manurung, terlapor Dr. BHS. Sekarang sedang didalami," ucap Rikwanto singkat.(mdk/lia)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.