Diduga lakukan politik uang, kubu Anies-Sandi dilaporkan ke Bawaslu
Untuk tempat peristiwa, jelas Ronny, politik beras murah yang dilakukan Kubu Anies-Sandi dilakukan di Jalan Anyer, Menteng, Jakarta Pusat. Tak hanya itu, paket sembako murah juga dilakukan kubu Anies-Sandi di Jalan Mardani Raya, Cempaka Putih.
Tim Hukum dan Advokasi pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor dua Basuki Tjahaja Purnama - Djarot Saiful Hidayat (Basuki-Djarot), melaporkan timses pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Anies Baswedan - Sandiaga Uno (Anies-Sandi) ke Bawaslu. Kubu Anies-Sandi dilaporkan dilaporkan atas dugaan politik uang.
Tim Hukum Basuki-Djarot, Ronny B Talapessy menyatakan, pihaknya sudah melaporkan dugaan politik uang tersebut ke Bawaslu dengan nomor Laporan 086/LP/Pilkada Provinsi DKI/VI/2017.
"Pihak terlapor timses pasangan nomor tiga, Hary Tanoesoedibyo dan Nur Asia yang merupakan istri dari Sandiaga Uno," ujar Ronny dalam keterangannya, Jakarta, Minggu malam (16/4).
Tim Ahok-Djarot laporkan kubu Anies-Sandi ke Bawaslu ©2017 Merdeka.com
Adapun dugaan politik uang yang ditemui yaitu melalui basar beras murah dan pembagian paket sembako murah seharga Rp 3.000 per paket.
Untuk tempat peristiwa, jelas Ronny, politik beras murah yang dilakukan Kubu Anies-Sandi dilakukan di Jalan Anyer, Menteng, Jakarta Pusat. Tak hanya itu, paket sembako murah juga dilakukan kubu Anies-Sandi di Jalan Mardani Raya, Cempaka Putih.
"Kejadian Sabtu 15 April 2017," tegasnya.
Baca juga:
Kubu Anies-Sandi beberkan politik sembako di semua wilayah Jakarta
Sandiaga lapor ke Boy Sadikin, tim kotak-kotak masif politik sembako
Prabowo banggakan kader di Rakornas Gerindra, Anies-Sandi hadir
'Pasangan calon di Pilgub DKI tak perlu lakukan drama politik'
Sambangi MUI, Anies Baswedan optimis menangi Pilgub DKI
Lapor dana kampanye ke KPU, Ahok-Djarot banyak disumbang perusahaan
Berbeda dengan Sandi, Anies enggan bahas tim transisi sebelum menang