Diduga gelapkan uang arisan, istri polisi didemo puluhan warga
Istri polisi tersebut diduga tidak membayar uang arisan mencapai Rp 439 juta lebih.
Puluhan warga korban dugaan penggelapan uang arisan ratusan juta rupiah oleh istri anggota polisi berdemonstrasi ke Mapolres Tanjung Balai, Sumatera Utara meminta pimpinan institusi kepolisian itu mengusut kasus tersebut.
Nuraida Nababan, salah seorang pengunjuk rasa mengatakan aksi demo bersama puluhan kaum ibu itu dilakukan lantaran laporan yang disampaikan ke Polres Tanjung Balai sejak Agustus 2015 tidak jelas kelanjutannya.
Menurutnya, pelaku yang merupakan istri polisi yang bertugas di Polres Tanjung Balai itu sengaja tidak membayar uang arisan mencapai Rp 439 juta lebih. Sehingga puluhan anggota arisan lainnya merasa dirugikan.
"Kasus dugaan penipuan atau penggelapan ini sudah dilaporkan oleh kuasa hukum kami. Namun hingga saat ini tidak ditindaklanjuti polres", katanya dilansir dari Antara.
Kasat Reskrim Polres Tanjung Balai AKP Yayang Rizki Pratama menjelaskan, lambannya proses laporan itu karena polisi belum menerima pengaduan resmi dari anggota arisan. Sehingga membuat penyidik terhambat melakukan penyidikan.
Jika ada laporan tertulis dan orang yang sudah diinterogasi penyidik, itu hanya bersifat penyelidikan awal untuk mengumpulkan keterangan sebagai salah satu alat bukti.
"Agar kasus ini bisa kami tindak lanjuti, sebaiknya para korban membuat pengaduan resmi melalui Sentra Pelayanan Kepolisian atau SPK. Jika pengaduan sudah ada, maka akan kami tindak lanjuti dengan menyidik terlapor", janji Yayang.
Baca juga:
PNS di Kampar diduga terlibat kasus penggelapan dana 4 desa
Gelapkan mobil anggota TNI AU, Jimmy ditahan polisi
Gagal jadi legislatif, politikus PKB gelapkan uang untuk balik moda
Bos batu bara mendadak 'hilang' saat sidang di PN Surabaya
Hakim geram terdakwa kasus penipuan batu bara tak pernah hadir