Diduga depresi kalah pilkades, bujangan di Palembang gantung diri
Kapolsek Ilir Timur I Palembang, Kompol Rivanda mengungkapkan, dari keterangan keluarga, beberapa hari terakhir korban sering melamun dan kelihatan depresi lantaran kalah dalam Pilkades di salah satu daerah di Sumsel.
Diduga depresi usai kalah dalam pemilihan kepala desa (Pilkades), Andi Aprizal (36) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi sehingga jenazah bujangan itu langsung dimakamkan.
Jasad korban pertama kali ditemukan oleh ibunya, Solehah (70), saat buang air kecil di rumahnya di Jalan Mayor Santoso, Kelurahan 20 Ilir D-III, Kecamatan Ilir Timur I, Palembang, Jumat (3/2) pagi. Korban tergantung dengan seutas tali nilon biru di kamar mandi tanpa mengenakan baju.
Kapolsek Ilir Timur I Palembang, Kompol Rivanda mengungkapkan, dari keterangan keluarga, beberapa hari terakhir korban sering melamun dan kelihatan depresi lantaran kalah dalam Pilkades di salah satu daerah di Sumsel. Hal ini menjadi dugaan penyebab korban melakukan aksi nekat itu.
"Diduga korban depresi karena kalah Pilkades, dia jadi salah satu calon kades," ungkap Rivanda.
Dikatakannya, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi. Namun dari fisik tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
"Sepertinya murni gantung diri, ini kelihatan dari fisik dan tanda-tandanya. Keluarga memutuskan langsung memakamkan jenazahnya," pungkasnya.
Baca juga:
Tahanan Polsek di Riau gantung diri pakai ikat pinggang
Akhir hidup tragis sang polisi humoris Bripda Saka
Angka bunuh diri tinggi, Gunungkidul butuh dokter spesialis kejiwaan
Pria misterius tabrakkan diri ke kereta di Stasiun Depok
Diabetes tak kunjung sembuh, Suari gantung diri di pintu dapur
Frustasi 2 anaknya idap gangguan jiwa, ibu nekat gantung diri