Diduga akibat hirup limbah pabrik, warga 4 desa di Sukoharjo mual dan pingsan
Diduga akibat hirup limbah pabrik, warga 4 desa di Sukoharjo mual dan pingsan. Atas kondisi tersebut, warga yang tidak tahan nekat mengungsi ke rumah salah satu warga yang lokasinya lebih jauh dari pabrik.
Diduga keracunan aroma limbah pabrik PT Rayon Utama Makmur (RUM), warga empat desa di Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, harus mengungsi ke desa lain.
Ketua RT 01 Dukuh Tawang, Desa Krajan, Maridi mengatakan, aroma menyengat muncul pada waktu-waktu tertentu. Kadang pagi, siang, sore atau malam hari. Menurut dia, aroma menyengat yang mereka hirup mengakibatkan rasa mual dan pusing.
"Baunya seperti gas yang berasal dari limbah PT Rayon Utama Makmu yang jaraknya tidak jauh dari perkampungan. Baunya kadang mirip pete, kadang bau busuk seperti limbah, tidak tentu," kata Maridi, Rabu (25/10).
Maridi menjelaskan, sebagian warga yang tidak kuat menahan aroma tersebut bahkan pingsan. Sementara warga lainnya ada muntah, mual atau pusing.
Menurut Maridi, empat desa yang terdampak aroma menyengat tersebut, Desa Gupit, Desa Plesan, Desa Celep dan Desa Kedungwinong. Empat desa tersebut terletak tak jauh dari bangunan pabrik.
"Baunya pertama muncul seminggu yang lalu sekitar petang. Baunya sangat menyengat seperti kotoran manusia," tandasnya.
Atas kondisi tersebut, warga yang tidak tahan nekat mengungsi ke rumah salah satu warga yang lokasinya lebih jauh dari pabrik. Ibu rumah tangga dan anak-anak banyak yang mengungsi saat malam hari ke salah satu rumah warga yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah mereka.
Baca juga:
Perusak terumbu karang untuk bangun resort dituntut 3 tahun penjara & denda Rp 1 M
Parahnya polusi udara selimuti India usai Festival Diwali
Walhi sebut pembangunan infrastruktur Jokowi kerap eksploitasi lingkungan
Ribuan ikan di sungai Paraguay mati misterius
Potret anak-anak mencari botol plastik di tengah kotornya Teluk Manila
Terdakwa perusak terumbu karang ini ngaku diarahkan penyidik saat di-BAP
Banyak ikan mati, Sungai Ampal di Balikpapan diduga tercemar